Banda Aceh-Dalam upaya memperkuat pembelajaran mendalam (deep learning) melalui kegiatan kokurikuler, MIN 20 Aceh Besar melaksanakan wisata edukasi dengan mengunjungi sejumlah lokasi pembelajaran di Banda Aceh, pada hari selasa, 10 Februari 2026.
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh. Pada kesempatan tersebut, peserta didik mengikuti praktik manasik haji dengan melihat langsung replika Ka’bah, melaksanakan sa’i, serta simulasi melontar jumrah. Pembelajaran ini dirancang untuk menguatkan pemahaman konseptual siswa melalui pengalaman belajar langsung di luar kelas.

Guru pendamping menjelaskan bahwa kegiatan kokurikuler ini memberikan ruang bagi siswa untuk belajar secara aktif dan reflektif.
“Melalui pembelajaran mendalam, siswa tidak hanya menghafal tahapan ibadah haji, tetapi memahami makna dan prosesnya secara utuh karena melihat dan mempraktikkannya secara langsung,” ujarnya.
Setelah dari UIN Ar-Raniry, rombongan melanjutkan kunjungan ke Museum Tsunami Aceh sebagai bagian dari penguatan literasi sejarah dan budaya lokal. Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Kapal Apung untuk memberikan pembelajaran kontekstual tentang peristiwa Tsunami Aceh dan nilai-nilai kemanusiaan.
Rangkaian wisata edukasi ditutup dengan pelaksanaan shalat Zuhur di Masjid Raya Baiturrahman, yang menjadi sarana penguatan nilai religius, kedisiplinan, serta kebersamaan peserta didik.

Kepala MIN 20 Aceh Besar, Adriah, S.Ag, MA, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi pembelajaran terpadu.
“Wisata edukasi ini merupakan bagian dari program kokurikuler madrasah yang dirancang untuk menghadirkan pembelajaran mendalam. Kami ingin siswa memperoleh pengalaman belajar yang bermakna, kontekstual, dan berdampak pada pembentukan karakter,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dikembangkan sebagai bagian dari inovasi pembelajaran madrasah.















