Bidik24.com – Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjalani rapat kerja perdananya bersama Komisi XI DPR RI pada Rabu (10/9/2025). Agenda utama pertemuan tersebut adalah pembahasan pagu anggaran Kementerian Keuangan untuk tahun 2026.
Dalam paparannya, Purbaya mengusulkan anggaran Kemenkeu sebesar Rp52,016 triliun. Angka ini sedikit berbeda dari usulan pendahulunya, Sri Mulyani Indrawati, yang pada Juli lalu mengajukan Rp52,017 triliun. Menurut Purbaya, dana tersebut diperlukan untuk menjaga stabilitas fiskal, memperkuat pelayanan publik, serta mendorong transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menambahkan bahwa dari total usulan tersebut, sekitar Rp10,37 triliun dialokasikan untuk tujuh Badan Layanan Umum (BLU). Jika komponen BLU tidak dihitung, maka pagu indikatif murni Kemenkeu pada 2026 senilai Rp41,64 triliun. Anggaran ini mencakup lima program besar, antara lain kebijakan fiskal, pengelolaan penerimaan negara, belanja negara, perbendaharaan dan kekayaan negara, serta dukungan manajemen.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar kepada Purbaya. Ia menilai rekam jejak Purbaya saat memimpin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan kemampuannya membangun kepercayaan pasar hanya dengan instrumen terbatas. Karena itu, Misbakhun optimistis Purbaya bisa memanfaatkan instrumen APBN dan kebijakan fiskal secara lebih luas untuk menjaga stabilitas serta menumbuhkan keyakinan pasar.
“Ekspektasi kami terhadap kepemimpinan Pak Purbaya di Kemenkeu sangat tinggi,” tegas Misbakhun.















