Home / Opini / Peristiwa / Politik

Rabu, 18 Desember 2024 - 13:05 WIB

Hujatan dan Kekerasan Masih Jadi Halangan Utama Perempuan di Politik, Survei BRIN Ungkap Fakta Mengejutkan!

Ilustrasi perempuan dalam politik menghadapi tantangan berupa hujatan dan kekerasan, sebagaimana yang terungkap dalam survei BRIN

Ilustrasi perempuan dalam politik menghadapi tantangan berupa hujatan dan kekerasan, sebagaimana yang terungkap dalam survei BRIN

Bidik24.com, Jakarta – Survei yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa hujatan dan perendahan psikologis masih menjadi salah satu bentuk peristiwa yang sering dialami perempuan dalam dunia politik.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Politik BRIN, Kurniawati Hastuti Dewi, dalam diskusi daring yang digelar menjelang Hari Ibu pada Rabu (13/12), menjelaskan bahwa survei ini dilakukan pada Juni 2023 terhadap 283 perempuan anggota organisasi nonpemerintah di 30 provinsi. Survei ini bertujuan untuk melihat tantangan yang dihadapi perempuan menjelang Pemilu 2024.

Dari total responden, sebanyak 45 di antaranya memiliki pengalaman dalam kontestasi politik, baik sebagai calon legislatif pada Pemilu 2019 atau 2024, maupun sebagai calon kepala desa/kelurahan. Kurniawati menyebutkan bahwa hujatan psikologis atau perendahan terkait ketidakmampuan perempuan berkiprah di dunia politik adalah pengalaman yang paling sering dialami oleh para responden.

Baca Juga  Segera Pesan Tiket Kapal ke Sabang untuk Liburan Akhir Pekan yang Tak Terlupakan

Survei menunjukkan bahwa 26,7 persen responden mengaku kadang-kadang mengalami perendahan tersebut, 11,1 persen sering, dan 4,4 persen mengaku selalu menghadapinya. Selain hujatan, ancaman atau kekerasan fisik juga menjadi peristiwa kedua yang kerap dialami, dengan 22,2 persen responden melaporkan kadang mengalaminya, dan 2,2 persen sering mengalaminya.

Selain itu, banyak responden yang melaporkan perusakan alat kampanye atau alat peraga kampanye sebagai tantangan lainnya. Kurniawati mengingatkan bahwa masalah ini masih terjadi, terutama terkait dengan tren digitalisasi kampanye melalui media sosial yang semakin berkembang. Hujatan psikologis dan hoaks menjadi hal yang sering menimpa calon legislatif perempuan.

Baca Juga  Bursa Ketum PPP Panas: Nama Sandiaga hingga Dudung Abdurachman Jadi Sorotan!

Masalah ini juga dirasakan oleh perempuan yang aktif dalam gerakan sosial di tingkat akar rumput. Hasil survei menunjukkan bahwa 27,21 persen responden melaporkan kadang-kadang mengalami hujatan psikologis, 7,42 persen sering, dan 3,53 persen selalu menghadapinya. Selain itu, beberapa responden juga melaporkan mengalami fitnah dan kekerasan fisik terkait dengan aktivitas politik mereka.

Kurniawati menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan dalam politik sering dianggap sebagai hal yang biasa, dengan istilah “cost of politics,” yang menyatakan bahwa perempuan yang ingin berkiprah dalam politik harus siap dengan konsekuensinya. Oleh karena itu, dia berharap data ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan perlunya perubahan pendekatan terhadap perempuan dalam politik.

Sub Antaranews.com

Share :

Baca Juga

Peristiwa

36 Ribu Kades Minta Masa Jabatan Dilanjutkan Tanpa Pilkades, DPR Janji Tindak Lanjuti Aspirasi

Peristiwa

Iran Serang Pangkalan AS di Yordania Setelah 5 Kapal Tankernya Dihantam

Peristiwa

8 WNI Disebut Direkrut Jadi Tentara Rusia, Ini Daftar Nama dan Fakta Terbarunya

Politik

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, Muktamar ke-35 NU Tetapkan Kepengurusan Baru

Peristiwa

Nepal Dilanda Banjir Dahsyat, PM Balen Shah Tolak Tim SAR Asing. Ada Apa di Balik Keputusan Ini?

Peristiwa

Massa AMPB dan Ojol Bertahan di Depan Gedung DPR, Persiapan Aksi 27 Agustus

Peristiwa

AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Selat Hormuz Jadi Fokus Perundingan di Qatar

Opini

Kepercayaan Adalah Prestasi Terbesar Sebuah Sekolah