Bidik24.com – Jakarta. Prabowo Subianto memanggil Bahlil Lahadalia ke Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, untuk membahas potensi dampak penutupan Selat Hormuz oleh Iran terhadap pasokan energi nasional.
Dalam pertemuan tersebut, isu utama yang dibicarakan adalah langkah antisipasi pemerintah menyusul ancaman terhadap jalur distribusi minyak dunia. Bahlil menyampaikan bahwa Indonesia perlu bersiap karena hingga kini masih mengimpor sekitar 1 juta barel minyak per hari.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah harus cermat mengamankan suplai energi di tengah dinamika geopolitik global. Ia menegaskan, koordinasi lebih lanjut akan dilakukan bersama Dewan Energi Nasional (DEN) guna merumuskan strategi mitigasi yang tepat. Rapat internal di Kementerian ESDM dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Terkait ketahanan energi dalam negeri, Bahlil memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini masih mencukupi untuk kebutuhan sekitar 20 hari.















