Home / Peristiwa

Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:55 WIB

Gila! Iran Siap Hancurkan Pasukan AS di Darat?

Bidik24.com – Jakarta. Ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel masih jauh dari kata mereda. Alih-alih menurun, situasi justru semakin panas setelah Departemen Pertahanan Amerika Serikat dikabarkan tengah menyiapkan skenario baru, termasuk opsi operasi darat di wilayah konflik.

Langkah ini seolah mencerminkan prinsip “loe jual gue beli” — jika ditantang, maka akan diladeni. Namun, Iran menunjukkan sikap tak gentar. Mengutip pernyataan Ali Bahreini, Duta Besar Iran untuk PBB di Jenewa, negaranya diyakini mampu menghadapi bahkan mengalahkan pasukan gabungan AS dan Israel dalam pertempuran darat.

Pernyataan tersebut muncul di tengah peningkatan kehadiran militer AS di kawasan, termasuk pengiriman pasukan elite dan ribuan tentara tambahan. Meski demikian, Iran menegaskan telah menyiapkan diri untuk segala kemungkinan yang terjadi dalam konflik ini. Bahreini bahkan mengingatkan bahwa jika operasi darat benar-benar dilakukan, itu akan menjadi kesalahan besar dengan konsekuensi serius.

Baca Juga  NotebookLM Plus Diluncurkan! Inovasi Canggih Google yang Siap Mengubah Dunia Bisnis dan Pendidikan di Indonesia

Di tengah eskalasi ini, kepentingan Indonesia ikut terdampak. Dua kapal milik Pertamina — yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro — terpaksa berhenti di kawasan Teluk Arab demi menghindari ancaman rudal. Keputusan ini bukan tanpa alasan, mengingat sebelumnya beberapa kapal tanker AS pernah menjadi sasaran serangan Iran di Selat Hormuz pada 14 Maret 2026.

Akibatnya, distribusi bahan bakar minyak ke dalam negeri berpotensi terganggu. Pemerintah Indonesia kini terus mencari jalan keluar agar kapal-kapal tersebut bisa segera melanjutkan perjalanan. Bahlil Lahadalia selaku Menteri ESDM mengakui situasi ini penuh tantangan, namun masih memungkinkan untuk diselesaikan melalui upaya diplomasi.

Baca Juga  ASN Santai di Warkop, Siswa Bolos Merokok – Satpol PP Aceh Jaya Turun Tangan!

Koordinasi intensif pun terus dilakukan, terutama melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Peran komunikasi dengan pihak Iran menjadi kunci, termasuk melalui Kedutaan Besar RI di Teheran.

Kabar baik datang dari Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mawengkang, yang menyebut bahwa Iran memberikan respons positif terhadap komunikasi yang dibangun. Saat ini, proses tersebut telah memasuki tahap teknis dan operasional guna memastikan kapal Indonesia dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.

Dengan situasi yang masih dinamis, diplomasi menjadi harapan utama agar konflik tidak semakin meluas dan kepentingan Indonesia tetap terlindungi.

Sub. kompas.com

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Iran Tolak Negosiasi AS, Ajukan 5 Syarat Damai Krusial

Peristiwa

AS–Iran Memanas, Trump Tiba-Tiba Tahan Serangan

Peristiwa

Kapal Induk AS USS Gerald R. Ford Terbakar, Ratusan Pelaut Terdampak—Akan Berlabuh di Yunani

Peristiwa

Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD

Peristiwa

Peran Intelijen CIA dalam Pembunuhan Ayatollah Khamenei yang Mengguncang Iran

Peristiwa

Warga Resah Anjing Liar Berkeliaran, DPRK Banda Aceh Dorong Langkah Tegas

Peristiwa

Dedi Mulyadi Instruksikan Relokasi Korban Longsor, Fokus Keselamatan Warga

Peristiwa

Pendidikan Olahraga Venezuela Terhenti di Tengah Konflik