Bidik24.com – Washington DC – Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan mencapai kesepakatan untuk menghentikan aksi saling serang setelah ketegangan antara kedua negara kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, Washington dan Teheran juga dijadwalkan menggelar perundingan di Doha, Qatar, guna membahas sengketa terkait Selat Hormuz.
Seorang pejabat senior AS yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa pemerintah AS telah memutuskan untuk menghentikan seluruh operasi ofensif terhadap Iran. Pernyataan tersebut disampaikan kepada media Axios dan kemudian dikutip oleh Anadolu Agency pada Senin (29/6/2026).
“Kami memutuskan untuk menghentikan seluruh aktivitas kinetik,” ujar pejabat tersebut. Dalam terminologi militer, istilah aktivitas kinetik merujuk pada berbagai bentuk serangan atau tindakan militer ofensif.
Menurut laporan Axios, ketegangan terbaru dipicu oleh perbedaan penafsiran terhadap nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya disepakati kedua negara sebagai dasar penghentian konflik. Salah satu poin yang menjadi perdebatan adalah pengaturan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dan gas dunia.
Sebagai tindak lanjut, delegasi AS dan Iran dijadwalkan bertemu di Doha pada Selasa (30/6/2026) untuk mencari penyelesaian atas perbedaan pandangan tersebut.
Berdasarkan MoU yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 17 Juni lalu, Iran berkomitmen menjaga keamanan pelayaran kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Sebagai imbalannya, Amerika Serikat menyetujui pencabutan blokade laut terhadap sejumlah pelabuhan Iran.
Sebelumnya, dalam pembicaraan di Swiss, Wakil Presiden AS JD Vance bersama delegasi Iran juga telah menyepakati pembentukan jalur komunikasi langsung (hotline) antara militer AS dan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Saluran komunikasi tersebut dirancang untuk memperlancar koordinasi lalu lintas maritim di kawasan Selat Hormuz.
Namun, hingga Sabtu (27/6/2026), hotline tersebut dilaporkan belum berfungsi, sementara Iran kembali menegaskan bahwa seluruh kapal yang melintas wajib berkoordinasi dengan otoritas setempat.
Axios menyebutkan bahwa pertemuan di Doha sebenarnya merupakan agenda lanjutan dari perundingan yang semula direncanakan berlangsung di Swiss dengan fokus pembahasan program nuklir Iran. Akan tetapi, meningkatnya ketegangan dalam beberapa hari terakhir membuat lokasi pertemuan dipindahkan ke Qatar sekaligus mengubah fokus pembicaraan menjadi persoalan keamanan dan pelayaran di Selat Hormuz.
Sementara itu, media Amerika Serikat The Wall Street Journal sebelumnya melaporkan bahwa proses negosiasi antara Washington dan Teheran sempat mengalami kebuntuan akibat kembali memanasnya hubungan kedua negara. Pertemuan di Doha diharapkan menjadi langkah baru untuk meredakan ketegangan dan membuka peluang tercapainya kesepakatan yang lebih komprehensif.















