Home / Peristiwa

Selasa, 24 Maret 2026 - 12:46 WIB

AS–Iran Memanas, Trump Tiba-Tiba Tahan Serangan

Bidik24.com – Jakarta. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa Washington dan Teheran telah menjalani pembicaraan yang ia sebut sebagai “sangat positif” dalam upaya meredakan konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung selama tiga pekan.

Dalam pernyataannya di media sosial pada Senin waktu setempat, Trump menyebut bahwa kedua negara telah melakukan komunikasi intensif selama dua hari terakhir dan menunjukkan kemajuan menuju penyelesaian konflik secara menyeluruh.

Sebagai langkah diplomatik, Trump menginstruksikan Pentagon untuk menunda serangan militer terhadap fasilitas listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan syarat proses negosiasi berjalan lancar.

Ia juga menegaskan bahwa dialog antara Amerika Serikat dan Iran akan terus berlanjut sepanjang minggu ini.

Baca Juga  Aceh Bangkit: Keberhasilan Rekonstruksi Pascatsunami dan Apresiasi untuk Dunia

Namun, pernyataan tersebut memicu kejutan publik. Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan menyerang fasilitas energi Iran apabila Teheran tidak membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz.

Di sisi lain, pemerintah Iran melalui kementerian luar negeri justru membantah adanya pembicaraan resmi tersebut. Teheran bahkan menilai pernyataan Trump sebagai upaya untuk menekan lonjakan harga energi global akibat konflik yang sedang berlangsung.

Sementara itu, ketegangan militer antara AS, Israel, dan Iran masih terus berlangsung. Iran dilaporkan membatasi lalu lintas di Selat Hormuz—jalur vital yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia—serta melancarkan serangan ke berbagai target energi dan fasilitas diplomatik AS di kawasan Teluk, termasuk target di Israel.

Baca Juga  Terjerat Jaringan Sabu 3,2 Kg, 4 Mahasiswa Aceh Diambang Hukuman Mati!

Direktur Eksekutif International Energy Agency, Fatih Birol, memperingatkan bahwa jika konflik ini berlarut-larut, dunia dapat menghadapi krisis energi yang lebih parah dibandingkan krisis minyak tahun 1970-an maupun dampak perang Rusia-Ukraina.

Harga minyak global sempat melonjak di atas US$100 per barel akibat eskalasi konflik. Namun, setelah pengumuman Trump, harga minyak mengalami penurunan tajam. Minyak mentah Brent turun lebih dari 14% menjadi sekitar US$96 per barel, sementara West Texas Intermediate juga merosot lebih dari 14% ke kisaran US$84 per barel.

Share :

Baca Juga

Peristiwa

36 Ribu Kades Minta Masa Jabatan Dilanjutkan Tanpa Pilkades, DPR Janji Tindak Lanjuti Aspirasi

Peristiwa

Iran Serang Pangkalan AS di Yordania Setelah 5 Kapal Tankernya Dihantam

Peristiwa

8 WNI Disebut Direkrut Jadi Tentara Rusia, Ini Daftar Nama dan Fakta Terbarunya

Peristiwa

Nepal Dilanda Banjir Dahsyat, PM Balen Shah Tolak Tim SAR Asing. Ada Apa di Balik Keputusan Ini?

Peristiwa

Massa AMPB dan Ojol Bertahan di Depan Gedung DPR, Persiapan Aksi 27 Agustus

Peristiwa

AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Selat Hormuz Jadi Fokus Perundingan di Qatar

Peristiwa

Gila! Iran Siap Hancurkan Pasukan AS di Darat?

Peristiwa

Iran Tolak Negosiasi AS, Ajukan 5 Syarat Damai Krusial