Bidik24.com – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Sara), mengunjungi Kampung Pangan Inovatif di Kelurahan Plaju Ulu, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Kunjungan ini dilakukan bersama tim Komisi VII DPR RI dan perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dalam kunjungannya, Sara memberikan dukungan terhadap konsep kampung ini.
Kampung Pangan Inovatif ini dikenal dengan nama Agroeduwisata Jamiah Rizqi Herbal & Ecoprint, yang mengusung konsep edukasi berbasis pangan inovatif dan ramah lingkungan. Sara, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, menyatakan bahwa kampung pangan inovatif ini tidak hanya memberikan nilai tambah ekonomi, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan.
“Konsep kampung pangan inovatif ini membuktikan bahwa ekonomi kreatif dan pertanian bisa berjalan berdampingan. Ini merupakan contoh nyata keberhasilan masyarakat lokal dalam memanfaatkan potensi alam secara inovatif,” ujar Sara.
Selama kunjungan, Sara dan tim melihat berbagai produk unggulan dari kampung tersebut, seperti olahan herbal, produk ecoprint, dan teknologi sederhana untuk mendukung pertanian. Dia menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta dalam mengembangkan agroeduwisata seperti ini.
“Kami dari Komisi VII DPR RI akan terus mendukung pengembangan tempat seperti ini melalui regulasi dan program yang sejalan, agar tidak hanya memperkuat perekonomian masyarakat, tetapi juga menjadikan kampung-kampung seperti ini sebagai destinasi edukasi yang menarik bagi wisatawan,” kata Saraswati.
Pengelola Agroeduwisata Jamiah Rizqi Herbal & Ecoprint, Jamiah Rizqi, mengungkapkan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut dan berharap perhatian dari Sara dan tim dapat membuka lebih banyak peluang bagi perkembangan kampungnya.
Sara juga mengajak masyarakat setempat untuk terus berinovasi dan menjaga kearifan lokal agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas. “Melalui ekonomi kreatif, kita tidak hanya membangun ekonomi, tetapi juga melestarikan budaya dan lingkungan,” tambahnya.
Sub detik.com















