Bidik24.com – Aceh Besar — Suasana pagi di kawasan Jalan Tgk. Glee Iniem menuju Darussalam tampak berbeda, Kamis 05 Februari 2026 Sekitar 100 siswa kelas V MIN 20 Aceh Besar mengenakan pakaian ihram putih bersih dan berjalan kaki menuju lokasi replika Ka’bah untuk melaksanakan kegiatan manasik haji di UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran kokurikuler berbasis deep learning yang dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Tidak hanya mempraktikkan rukun dan wajib haji, siswa juga diajak merasakan makna perjuangan fisik dan mental sebagaimana yang dialami jemaah haji di Tanah Suci.
Guru Fikih MIN 20 Aceh Besar, Irhamni, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan berjalan kaki memiliki nilai filosofis yang kuat.
“Kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa Baitullah adalah tempat yang mulia dan jauh, sehingga untuk mencapainya dibutuhkan usaha dan kesungguhan. Dengan berjalan kaki, mereka belajar merasakan lelah dan dahaga sebagai bagian dari proses ibadah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perjalanan menuju lokasi manasik juga menjadi sarana penerapan 7 Kebiasaan Anak Hebat (The Leader in Me). Sepanjang perjalanan, siswa dilatih untuk disiplin, bertanggung jawab, saling membantu, menjaga adab, serta membangun kepemimpinan diri.

Sementara itu, Kepala MIN 20 Aceh Besar dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas inovasi pembelajaran yang dilakukan para guru. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud komitmen madrasah dalam menghadirkan pembelajaran bermakna dan berkarakter.
“Manasik haji ini tidak sekadar kegiatan praktik, tetapi bagian dari pendidikan karakter. Madrasah ingin membentuk peserta didik yang tidak hanya memahami materi, tetapi juga memiliki ketangguhan, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan,” tuturnya.
Sesampainya di lokasi, rasa lelah siswa terbayar saat melihat replika Kakbah berdiri megah. Prosesi tawaf dan sa’i dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan. Guru mendampingi siswa dalam setiap tahapan manasik sambil memberikan penguatan makna ibadah.
Melalui kegiatan ini, MIN 20 Aceh Besar berharap nilai-nilai spiritual, ketekunan, dan karakter kepemimpinan dapat tertanam kuat dalam diri siswa, sehingga pembelajaran agama tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga membekas dalam pengalaman dan perilaku sehari-hari. (Antoe)















