Home / Sport

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:03 WIB

Rakerprov KONI Aceh 2026 selesai, Cabor ‘Tidur’ Bersiap Tersingkir

Bidik24.com – BANDA ACEH — KONI Aceh sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Tahun 2026 yang berlangsung di Grand Aceh Hotel, Lueng Bata, Banda Aceh, sejak 8 hingga 10 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat arah pembangunan olahraga Aceh menuju prestasi yang lebih terukur dan profesional.

Rakerprov dihadiri oleh seluruh Ketua KONI kabupaten/kota se-Aceh, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) berbagai cabang olahraga, serta Ketua Bidang Prestasi dari masing-masing cabang olahraga di Aceh. Kehadiran para pemangku kepentingan olahraga itu membuat forum berlangsung dinamis, penuh gagasan, dan sarat pembahasan strategis demi kemajuan olahraga Aceh ke depan.

Pembukaan Rakerprov dilakukan langsung oleh M. Nasir Syamaun selaku Sekretaris Daerah Aceh. Kehadiran M. Nasir memberi warna tersendiri bagi keluarga besar olahraga Aceh. Sosok yang pernah menjabat Sekretaris Umum KONI Aceh tersebut dinilai sangat memahami denyut pembinaan olahraga di Aceh. Sebelum menjabat Sekda Aceh, ia juga pernah dipercaya sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh.

Dalam sambutannya, M. Nasir menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan pembinaan atlet, tata kelola organisasi yang sehat, serta penguatan sinergi antara pemerintah dan insan olahraga demi menghadapi agenda besar olahraga nasional di masa mendatang.

Selama pelaksanaan Rakerprov, jalannya sidang dipimpin langsung oleh Sekretaris Umum KONI Aceh, Ahyar. Forum berlangsung tertib namun penuh dinamika, terutama ketika membahas arah kebijakan pembinaan prestasi, peningkatan kualitas atlet, hingga penguatan sistem pengawasan doping yang kini diperinci lebih mendalam dalam program kerja terbaru KONI Aceh.

Baca Juga  GeRAK Aceh Barat Desak Polres Tuntaskan Kasus OTT Bimtek 2019 yang Masih Mandek

Rakerprov juga menghasilkan sejumlah program baru yang akan menjadi fokus kerja KONI Aceh ke depan. Bidang prestasi menjadi salah satu perhatian utama, termasuk penataan pola pembinaan atlet yang lebih sistematis, peningkatan kualitas pelatih, pengawasan sport science, serta penguatan regulasi terkait doping agar prestasi atlet Aceh dapat bersaing secara sehat dan profesional di tingkat nasional.

Salah satu sesi yang paling menyita perhatian peserta adalah pemaparan kesiapan KONI Aceh Jaya sebagai calon tuan rumah PORA mendatang. Presentasi tersebut memicu diskusi panjang dan cukup alot mengenai kesiapan pelaksanaan, teknis penyelenggaraan, hingga kondisi anggaran Aceh pasca musibah banjir yang beberapa waktu lalu menyedot cukup besar perhatian dan pembiayaan pemerintah daerah.

Meski berlangsung dengan berbagai pandangan, seluruh peserta akhirnya sepakat bahwa keputusan final terkait waktu pelaksanaan PORA diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Aceh dengan mempertimbangkan kondisi fiskal dan kesiapan daerah secara menyeluruh.

Rakerprov 2026 juga menjadi momentum evaluasi organisasi cabang olahraga di Aceh. Tercatat, terdapat tujuh cabang olahraga baru yang menyatakan keinginan untuk bergabung menjadi bagian dari KONI Aceh. Namun, sesuai regulasi terbaru, setiap cabang olahraga baru diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan ketat sebelum dapat diterima secara resmi.

Baca Juga  11 Tahun Terabaikan, Dosen ASN Kemdiktisaintek Siap Kepung Istana Demi Tuntut Keadilan Tukin

Beberapa syarat utama tersebut antara lain harus memiliki kepengurusan aktif di minimal 50 persen plus satu dari total 23 kabupaten/kota di Aceh, wajib melaksanakan Kejuaraan Daerah (Kejurda) sebagai bukti pembinaan berjalan aktif dan tidak stagnan, serta melengkapi dokumen organisasi seperti AD/ART dan SK kepengurusan yang aktif mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Rakerprov kemudian ditutup oleh Ketua I KONI Aceh, T. Rayuan Sukma. Dalam penutupan tersebut, ia menyampaikan refleksi perjalanan panjang KONI Aceh mulai dari masa persiapan hingga suksesnya penyelenggaraan PON Aceh, sampai kini kembali bersiap menghadapi agenda besar berikutnya menuju PON XXII di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan, konsistensi pembinaan, serta loyalitas seluruh insan olahraga Aceh menjadi modal utama menjaga kejayaan olahraga Aceh di tingkat nasional.

Dengan berakhirnya Rakerprov 2026, KONI Aceh menegaskan komitmennya untuk terus membangun olahraga yang lebih profesional, terukur, dan berorientasi pada prestasi, sekaligus memperkuat soliditas organisasi olahraga di seluruh Aceh. (Red)

Share :

Baca Juga

Sport

Fokus Olahraga atau Akademik? Dilema Kebijakan Baru Pemerintah di Era Prabowo Subianto

Sport

Petanque Indonesia Bersinar di SEA Games Thailand, Enam Nomor Persembahkan Enam Medali

Sport

Atlet Petanque Aceh Sumbang Medali Perak di SEA Games ke-33 Thailand

Sport

Syawal Putra Neuheun Lolos ke PORA 2026 Setelah Pertarungan Dramatis

Sport

Ketum FOPI Aceh Saksikan Langsung Pra Pora Petanque di Gelanggang Sport Center USK

Sport

Pra PORA IV Petanque Aceh Resmi Dibuka di Gelanggang Sport Center USK

Sport

Atlet Petanque Mulai Padati Banda Aceh Jelang Prapora 2025

Sport

Mahasiswa USK Bungkam Tuan Rumah Thailand, Petanque Aceh Rebut Emas Internasional