Home / Pendidikan

Minggu, 26 Januari 2025 - 19:39 WIB

11 Tahun Terabaikan, Dosen ASN Kemdiktisaintek Siap Kepung Istana Demi Tuntut Keadilan Tukin

Para dosen ASN Kemdiktisaintek bersiap menggelar aksi damai di depan Istana Merdeka untuk menuntut keadilan Tunjangan Kinerja yang tertunda selama 11 tahun

Para dosen ASN Kemdiktisaintek bersiap menggelar aksi damai di depan Istana Merdeka untuk menuntut keadilan Tunjangan Kinerja yang tertunda selama 11 tahun

Bidik24.com, LHOKSEUMAWE – Para dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bidang Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berencana menggelar aksi damai di depan Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 3 Februari 2025. Aksi ini digelar untuk memperjuangkan kejelasan dan keadilan terkait pemberian Tunjangan Kinerja (Tukin), yang telah dinantikan selama lebih dari satu dekade, tetapi hingga kini belum terealisasi.

Tujuan utama dari aksi ini adalah agar aspirasi para dosen dapat disampaikan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Mereka berharap Presiden dapat segera mengambil langkah konkret dalam memastikan distribusi Tukin yang merata dan adil bagi seluruh dosen di lingkungan Kemdiktisaintek.

Rencana aksi ini diumumkan melalui Surat Edaran Nomor 04/SE/I/2025 yang diterbitkan oleh Aliansi Dosen ASN Kemdiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI). Surat edaran tersebut, yang disampaikan kepada Serambinews.com oleh Koordinator ADAKSI Aceh, Hamdani MSM, pada Minggu (26/1/2025), mengajak seluruh dosen ASN untuk ikut ambil bagian dalam aksi damai ini sebagai bentuk solidaritas dan perjuangan bersama.

Baca Juga  USK Menerima Mahasiswa Baru Jalur Prestasi Tahun Akademik 2025/2026

Dalam surat edaran itu, ADAKSI mengimbau seluruh dosen ASN Kemdiktisaintek, baik yang bekerja di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Satuan Kerja (Satker), Badan Layanan Umum (BLU), Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTN-BH), maupun Dosen PNS Dipekerjakan (DPK), untuk berpartisipasi dalam aksi yang akan berlangsung dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Selain itu, ADAKSI juga meminta dukungan dari pimpinan universitas, institut, politeknik, akademi, dan sekolah tinggi untuk memberikan izin kepada para dosen yang ingin turut serta. Dengan begitu, para dosen dapat mengikuti aksi ini tanpa mengorbankan tanggung jawab profesional mereka di institusi masing-masing.

Aksi damai ini direncanakan berlangsung secara tertib dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan untuk mengatasi permasalahan terkait distribusi Tunjangan Kinerja yang dianggap tidak merata dan tidak jelas mekanismenya selama ini.

Baca Juga  31 Ribu Berebut, Hanya 704 Lulus! CPNS Kemenag Aceh Masih Sisakan 49 Formasi Guru Kosong

“Kami dari Aceh akan sepenuhnya mengikuti arahan ADAKSI Pusat, dengan membawa dua tuntutan utama,” ujar Koordinator ADAKSI Aceh, Hamdani MSM, dalam wawancaranya dengan Serambinews.com.

Hamdani menjelaskan, tuntutan pertama adalah mendesak Kemdiktisaintek untuk segera merealisasikan pembayaran Tunjangan Kinerja yang selama ini tertunda. Sementara tuntutan kedua adalah memastikan bahwa Tukin diberikan kepada seluruh dosen, tanpa terkecuali, baik di kampus Satker, BLU, PTN-BH, maupun ASN yang berada di bawah koordinasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).

Dengan adanya aksi damai ini, para dosen berharap suara mereka dapat didengar oleh pemerintah, sehingga hak-hak mereka yang telah lama diabaikan dapat segera dipenuhi. (*)

Sub Serambinews.com

Share :

Baca Juga

Pendidikan

IGORNAS Aceh Bagikan Informasi Beasiswa Negara Islam 2026 untuk Mahasiswa

Pendidikan

warek III Lantik Sejumlah UKM Baru di Universitas Syiah Kuala

Pendidikan

Pernyataan ‘Cukup Saya WNI’ Picu Badai, Mendikti Tegaskan Integritas Harga Mati

Pendidikan

Beasiswa S1 ke Eropa, Impian Mahasiswa Indonesia Semakin Terjangkau

Pendidikan

Rakor MIN 20 Aceh Besar Susun Proker 2026 dan Evaluasi Kinerja 2025

Pendidikan

Perkuat Pembelajaran Mendalam, Madrasah Gelar Wisata Edukasi Kokurikuler

Pendidikan

Aliran Dana Chromebook Diduga Masuk Kantong Pejabat, Nadiem Mengaku Terkejut

Pendidikan

Tgk Agam Apresiasi Pembayaran Insentif Guru, Sebut Bukti Kepedulian Pemerintah