Bidik24.com – Banda Aceh – Ketua Yayasan Al Quds Aceh Center (AQCC), Adiansyah, SE., MM, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap himbauan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP, yang mengingatkan seluruh kepala sekolah di Aceh agar lebih waspada dan selektif saat menerima kunjungan maupun permintaan wawancara dari pihak yang mengatasnamakan wartawan.
Menurut Adiansyah, himbauan tersebut merupakan langkah positif dalam menjaga dunia pendidikan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan datang tanpa identitas maupun legalitas media yang jelas.
“Kami dari Yayasan Al Quds Aceh Center (AQCC) sangat mendukung himbauan Bapak Kepala Dinas Pendidikan Aceh agar seluruh kepala sekolah lebih berhati-hati terhadap oknum yang mengaku sebagai wartawan tetapi tidak mampu menunjukkan identitas resmi serta asal media yang jelas,” ujar Adiansyah, Sabtu (23/05/2026).
Ia menilai, pers memiliki peran strategis sebagai mitra pembangunan sekaligus fungsi kontrol sosial dalam masyarakat. Karena itu, profesi wartawan harus dijalankan secara profesional, beretika, dan berpedoman pada kode etik jurnalistik.
“Jangan sampai ada pihak tertentu yang merusak citra profesi wartawan dengan tindakan intimidatif atau mendatangi sekolah tanpa tujuan jurnalistik yang jelas. Wartawan profesional tentu bekerja sesuai kode etik serta membawa identitas resmi dari media tempatnya bertugas,” tambahnya.
Adiansyah juga mengingatkan para kepala sekolah agar tidak merasa takut menghadapi wartawan yang bekerja secara profesional dan sesuai aturan. Namun demikian, setiap pihak yang datang tetap perlu diverifikasi identitas dan legalitas medianya demi menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah.
Lebih lanjut, ia berharap himbauan tersebut tidak dipahami sebagai sikap anti kritik atau anti pers. Menurutnya, langkah tersebut semata-mata bertujuan menciptakan suasana pendidikan yang kondusif dan terlindungi dari potensi penyalahgunaan profesi wartawan oleh oknum tertentu.
“Kritik yang konstruktif tetap sangat dibutuhkan untuk kemajuan pendidikan di Aceh. Namun kita juga harus bersama-sama menjaga agar tidak ada pihak yang memanfaatkan nama wartawan demi kepentingan pribadi atau tindakan yang dapat merugikan institusi pendidikan,” tutup Adiansyah.















