Home / Pendidikan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:31 WIB

Ketua AQCC Angkat Bicara soal Oknum Wartawan Datangi Sekolah di Aceh

Ketua Yayasan Al Quds Aceh Center (AQCC), Adiansyah, SE., MM

Ketua Yayasan Al Quds Aceh Center (AQCC), Adiansyah, SE., MM

Bidik24.com – Banda Aceh – Ketua Yayasan Al Quds Aceh Center (AQCC), Adiansyah, SE., MM, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap himbauan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP, yang mengingatkan seluruh kepala sekolah di Aceh agar lebih waspada dan selektif saat menerima kunjungan maupun permintaan wawancara dari pihak yang mengatasnamakan wartawan.

Menurut Adiansyah, himbauan tersebut merupakan langkah positif dalam menjaga dunia pendidikan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan datang tanpa identitas maupun legalitas media yang jelas.

“Kami dari Yayasan Al Quds Aceh Center (AQCC) sangat mendukung himbauan Bapak Kepala Dinas Pendidikan Aceh agar seluruh kepala sekolah lebih berhati-hati terhadap oknum yang mengaku sebagai wartawan tetapi tidak mampu menunjukkan identitas resmi serta asal media yang jelas,” ujar Adiansyah, Sabtu (23/05/2026).

Baca Juga  Anak SDIL Belajar Merdeka Lewat Lomba 17-an

Ia menilai, pers memiliki peran strategis sebagai mitra pembangunan sekaligus fungsi kontrol sosial dalam masyarakat. Karena itu, profesi wartawan harus dijalankan secara profesional, beretika, dan berpedoman pada kode etik jurnalistik.

“Jangan sampai ada pihak tertentu yang merusak citra profesi wartawan dengan tindakan intimidatif atau mendatangi sekolah tanpa tujuan jurnalistik yang jelas. Wartawan profesional tentu bekerja sesuai kode etik serta membawa identitas resmi dari media tempatnya bertugas,” tambahnya.

Adiansyah juga mengingatkan para kepala sekolah agar tidak merasa takut menghadapi wartawan yang bekerja secara profesional dan sesuai aturan. Namun demikian, setiap pihak yang datang tetap perlu diverifikasi identitas dan legalitas medianya demi menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah.

Baca Juga  Ahsan/Hendra Gantung Raket, Fajar/Rian Siap Ambil Alih Takhta Ganda Putra Dunia!

Lebih lanjut, ia berharap himbauan tersebut tidak dipahami sebagai sikap anti kritik atau anti pers. Menurutnya, langkah tersebut semata-mata bertujuan menciptakan suasana pendidikan yang kondusif dan terlindungi dari potensi penyalahgunaan profesi wartawan oleh oknum tertentu.

“Kritik yang konstruktif tetap sangat dibutuhkan untuk kemajuan pendidikan di Aceh. Namun kita juga harus bersama-sama menjaga agar tidak ada pihak yang memanfaatkan nama wartawan demi kepentingan pribadi atau tindakan yang dapat merugikan institusi pendidikan,” tutup Adiansyah.

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Pembinaan Konsisten, MIN 20 Aceh Besar Bawa Pulang JUARA UMUM III Olimpiade MI 2026

Pendidikan

UBBG Buka Program Magister Pendidikan Jasmani, Dorong Penguatan SDM Olahraga Aceh

Berita

Dua Hari, Dua Dunia: Mengapa May Day Begitu Riuh dan Hardiknas Begitu Sunyi?

Pendidikan

IGORNAS Aceh Bagikan Informasi Beasiswa Negara Islam 2026 untuk Mahasiswa

Pendidikan

warek III Lantik Sejumlah UKM Baru di Universitas Syiah Kuala

Pendidikan

Pernyataan ‘Cukup Saya WNI’ Picu Badai, Mendikti Tegaskan Integritas Harga Mati

Pendidikan

Beasiswa S1 ke Eropa, Impian Mahasiswa Indonesia Semakin Terjangkau

Pendidikan

Rakor MIN 20 Aceh Besar Susun Proker 2026 dan Evaluasi Kinerja 2025