Bidik24.com – Banda Aceh – Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), Departemen Pendidikan Olahraga, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Workshop Pembinaan Mahasiswa Olahraga dengan tema “Good Sports Governance: Challenges and Opportunities in the Digital Era” pada Sabtu (20/6/2026) di Auditorium Lantai 2 FKIP USK.
Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi PJKR ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Departemen Pendidikan Olahraga FKIP USK Dr. Mansur, M. Kes dan turut dihadiri oleh para dosen di lingkungan Departemen Pendidikan Olahraga FKIP USK sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas akademik dan wawasan mahasiswa dalam bidang olahraga dan media.
Workshop menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya masing-masing. Narasumber pertama, Dr. Ir. Aryos Nivada, SP., MA, menyampaikan materi tentang tata kelola olahraga yang baik (good sports governance) di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Sementara narasumber kedua, Adi Warsidi, wartawan senior, pengurus Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan Ahli Pers Dewan Pers, membahas peran media massa dalam dunia olahraga, mulai dari teknik peliputan hingga penulisan karya jurnalistik olahraga.
Kegiatan yang dimoderatori oleh Dr. Muhammad Iqbal, M.Pd., AIFO berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Sejak awal kegiatan, peserta menunjukkan minat yang tinggi terhadap berbagai isu yang berkembang dalam dunia olahraga modern, khususnya terkait tata kelola organisasi olahraga dan perkembangan media digital.
Dalam sambutannya, Dr. Mansur, M.Kes menyampaikan bahwa mahasiswa olahraga saat ini dituntut memiliki kompetensi yang lebih luas, tidak hanya memahami aspek teknik dan praktik olahraga, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis terhadap kebijakan olahraga, manajemen organisasi, serta pemanfaatan teknologi dan media dalam mendukung pembangunan olahraga.
Menurutnya, era digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang besar bagi dunia olahraga. Oleh karena itu, mahasiswa perlu dibekali pemahaman yang komprehensif agar mampu menjadi sumber daya manusia yang profesional dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Pada sesi pertama, Dr. Aryos Nivada menjelaskan bahwa konsep good sports governance merupakan fondasi penting dalam membangun organisasi olahraga yang sehat, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah pola pengelolaan organisasi olahraga, mulai dari administrasi, komunikasi, promosi hingga pengambilan keputusan berbasis data.
“Prinsip transparansi, akuntabilitas, integritas, partisipasi, dan profesionalisme harus menjadi budaya dalam setiap organisasi olahraga. Di era digital, masyarakat semakin mudah mengakses informasi sehingga organisasi olahraga dituntut lebih terbuka dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak mahasiswa untuk memahami berbagai dinamika politik olahraga yang berkembang, baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional, karena kebijakan publik memiliki pengaruh besar terhadap arah pembangunan olahraga.
Sementara itu, pada sesi kedua, Adi Warsidi mengupas secara mendalam mengenai peran media massa dalam pembangunan olahraga. Menurutnya, media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi, kontrol sosial, dan promosi prestasi olahraga.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan media digital telah membuka peluang yang sangat besar bagi mahasiswa untuk menjadi kreator informasi olahraga yang berkualitas. Namun demikian, kemampuan menulis, verifikasi data, etika jurnalistik, dan pemahaman terhadap isu olahraga tetap menjadi syarat utama dalam menghasilkan karya jurnalistik yang kredibel.
Dalam paparannya, peserta mendapatkan materi mengenai teknik peliputan olahraga, penulisan berita langsung (straight news), penulisan feature olahraga yang menarik, hingga penyusunan opini yang mampu memberikan perspektif kritis terhadap berbagai persoalan olahraga.
“Prestasi olahraga yang baik membutuhkan publikasi yang baik pula. Melalui media, masyarakat dapat mengetahui proses, perjuangan, dan capaian atlet sehingga mampu meningkatkan apresiasi terhadap dunia olahraga,” ujarnya.
Diskusi yang berlangsung setelah pemaparan materi menjadi salah satu sesi yang paling menarik. Mahasiswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait tata kelola organisasi olahraga, transparansi pengelolaan anggaran, peran media sosial dalam promosi olahraga, tantangan pembinaan atlet daerah, hingga peluang karier di bidang olahraga dan media.
Sebagai moderator, Dr. Muhammad Iqbal, M.Pd., AIFO berhasil mengarahkan jalannya diskusi secara dinamis sehingga terjadi pertukaran gagasan yang konstruktif antara narasumber dan peserta. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia akademik, organisasi olahraga, pemerintah, dan media menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pembangunan olahraga yang berkelanjutan.
Menurutnya, mahasiswa olahraga harus mampu melihat olahraga dari berbagai perspektif, tidak hanya dari sisi prestasi atlet, tetapi juga dari aspek kebijakan, tata kelola organisasi, komunikasi publik, dan perkembangan teknologi informasi.
Melalui workshop ini, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya tata kelola olahraga yang baik serta mampu memanfaatkan media massa dan media digital secara positif dalam mendukung pengembangan olahraga. Selain menjadi sarana peningkatan kapasitas akademik, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi yang mempertemukan berbagai perspektif tentang masa depan olahraga Indonesia di era transformasi digital.
Workshop ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, moderator, dosen, dan seluruh peserta. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Departemen Pendidikan Olahraga FKIP USK dalam mempersiapkan mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam bidang olahraga, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, literasi media, dan pemahaman yang kuat terhadap tata kelola olahraga modern. (Red)















