Bidik24.com – Banda Aceh. Aceh kembali berpartisipasi dalam Penataran Pelatih Petanque Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (PB FOPI) pada 13-15 November 2024 di Surabaya, Jawa Timur. Pada kesempatan kali ini, Pengurus Provinsi (Pengprov) FOPI Aceh mengirimkan Novi Lidya Isdarianti, seorang dosen Departemen Pendidikan Olahraga FKIP Universitas Syiah Kuala (USK) yang juga dikenal sebagai salah satu atlet senior Petanque Aceh.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin PB FOPI yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas pelatih nasional, sekaligus mendukung pengembangan olahraga Petanque di Indonesia. Penataran tersebut diikuti oleh perwakilan dari 31 provinsi di Indonesia.
Pengiriman Novi Lidya Isdarianti diharapkan dapat menambah jumlah pelatih bersertifikasi nasional di Aceh. Sebelumnya, Aceh telah memiliki tiga pelatih nasional, dan dengan partisipasi ini, Pengprov FOPI Aceh optimis sumber daya manusia (SDM) pelatih di daerah akan semakin berkembang.
Sebagai bagian dari program penataran, para peserta juga diwajibkan mengikuti ujian praktik dengan mendampingi tim junior Petanque dalam kompetisi yang digelar pada 16-19 November 2024. Pengprov FOPI Aceh turut serta mengirimkan tim junior untuk berkompetisi di nomor Single Man dan Double Men. Para atlet junior yang dikirimkan adalah siswa dari SMP Negeri 2 Banda Aceh dan SMP Negeri 6 Banda Aceh, yang selama ini berlatih di Gelanggang Petanque Sport Centre USK.
Dengan semangat pengembangan olahraga Petanque yang terus menyala, partisipasi Aceh dalam agenda nasional ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi daerah sekaligus melahirkan lebih banyak atlet dan pelatih yang kompeten di masa depan.
Drs. Abdurrahman, M.Kes, selaku Ketua Umum Petanque Aceh, menyampaikan keyakinannya bahwa atlet-atlet muda Aceh memiliki potensi besar untuk meraih prestasi dalam ajang tersebut. “Kami optimis anak-anak Aceh mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan meraih juara. Mereka sudah berlatih keras di bawah bimbingan pelatih yang kompeten, serta didukung fasilitas latihan yang memadai di Gelanggang Petanque Sport Centre USK,” ujarnya.
Menurut Abdurrahman, pengiriman tim junior ini bukan hanya tentang berkompetisi, tetapi juga bagian dari pembinaan jangka panjang untuk mencetak atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Aceh di kancah nasional dan internasional. “Semangat juang dan tekad mereka selama latihan menjadi modal utama untuk bersaing dengan tim-tim dari provinsi lain,” tambahnya.
Ia juga berharap melalui penataran pelatih dan keikutsertaan tim junior ini, ekosistem olahraga Petanque di Aceh akan terus berkembang, baik dari sisi atlet, pelatih, maupun sarana pendukungnya. “Kami ingin Aceh tidak hanya dikenal sebagai daerah yang aktif dalam pengembangan olahraga Petanque, tetapi juga sebagai lumbung atlet-atlet berkualitas yang mampu bersaing di level nasional dan internasional,” pungkasnya.
Laporan tim Bidik24.com















