Home / Pendidikan

Rabu, 30 April 2025 - 21:13 WIB

Back To Back: MIN 20 Aceh Besar Kembali Raih Juara Pada Olimpiade K2MI

MIN 20 Aceh Besar menjadi Juara Umum II pada ajang Olimpiade K2MI Aceh Besar. Olimpiade ini digelar di MIN 8 Aceh Besar, Peukan Bada.
Kompetisi ini diikuti wakil dari 53 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dibawah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar dan diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (K2MI) Aceh Besar.

Dari ajang ini MIN 20 Aceh Besar berhasil menjadi Juara Umum II dengan perolehan Juara I bidang Matematika atas nama M. Syamil Faturrahim, Juara III Bidang Umum atas nama Azzam Ananda, Juara Harapan I Bidang Bahasa atas nama Keisya Aqila Ramadhani, Juara Harapan III bidang IPA atas nama Lathifatul Humaira, dan Juara Harapan II bidang SOBA atas nama Alisha Khaila Layali. Olimpiade K2MI adalah kompetisi bidang study yang diadakan setiap tahun, dan bertujuan untuk menjadi ajang silaturahmi antar siswa MI, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah oleh siswa, serta mengembangkan bakat siswa.

Baca Juga  Mendikti: Pendidikan Guru di Perguruan Tinggi Masih Stagnan, Harus Berubah Jadi Transformatif!

Pencapaian ini menjadi prestasi lanjutan bagi MIN 20 Aceh Besar. Pasalnya, pada Olimpiade tahun lalu juga berhasil membawa Piala Juara Umum.

“Yang pasti saya sangat bersyukur dan bangga melihat siswa/siswi bisa konsisten meraih Juara,” ucap Kamad MIN 20 Aceh Besar, Adriah, S. Ag.,MA.

Keberhasilan ini, tidak hanya datang secara instan. Siswa/siswi mendapatkan bimbingan dan pendampingan secara rutin setiap pekannya sehingga lebih bisa mendalami materi dan soal-soal.

Di sisi lain, Adriah menuturkan bahwa Madrasah terus berbenah untuk terus meningkatkan prestasi siswa/siswi nya demi memperoleh hasil lebih baik lagi dari tahun ke tahun.

Baca Juga  627 Tenaga Kontrak Banda Aceh Daftar PPPK, RSUD Meuraxa Masih Punya Peluang Masuk!

“Membagi waktu belajar siswa menjadi tantangan terbesar, apalagi tujuan siswa ke Madrasah bukan hanya belajar satu mata pelajaran. Jadi benar-benar harus memperhitungkan kapan bermain santai, kapan belajar dikelas, dan kapan belajar untuk olimpiade,” ungkapnya.

Meski begitu, Adriah mengakui, di luar sisi akademis, terdapat perkembangan lain dari Siswa/i bimbingan seperti kepercayaan diri dan keberanian yang meningkat.

“Di luar sisi akademis, perkembangan lain yang saya perhatikan adalah siswa/i ini lebih percaya diri dan berani dalam berinteraksi. Kami berharap bisa terus memeroleh hasil terbaik dari setiap event yang diikuti dan kami sangat memberikan apresiasi setinggi-tingginya baik untuk para Juara, yang belum juara, terkhusus bagi guru pembina,” imbuhnya. Antoe

Share :

Baca Juga

Pendidikan

IGORNAS Aceh Bagikan Informasi Beasiswa Negara Islam 2026 untuk Mahasiswa

Pendidikan

warek III Lantik Sejumlah UKM Baru di Universitas Syiah Kuala

Pendidikan

Pernyataan ‘Cukup Saya WNI’ Picu Badai, Mendikti Tegaskan Integritas Harga Mati

Pendidikan

Beasiswa S1 ke Eropa, Impian Mahasiswa Indonesia Semakin Terjangkau

Pendidikan

Rakor MIN 20 Aceh Besar Susun Proker 2026 dan Evaluasi Kinerja 2025

Pendidikan

Perkuat Pembelajaran Mendalam, Madrasah Gelar Wisata Edukasi Kokurikuler

Pendidikan

Aliran Dana Chromebook Diduga Masuk Kantong Pejabat, Nadiem Mengaku Terkejut

Pendidikan

Tgk Agam Apresiasi Pembayaran Insentif Guru, Sebut Bukti Kepedulian Pemerintah