Bidik24.com – Banda Aceh, 27 Juli 2025 —Sebanyak 150 siswa SMA Negeri 7 Banda Aceh menghabiskan hari mereka dengan cara yang berbeda: belajar sejarah secara langsung di Museum Aceh, tempat yang menyimpan jejak panjang perjalanan masa lalu Tanah Rencong.
Kegiatan belajar bersama ini dirancang untuk menanamkan pemahaman sejarah Aceh secara mendalam, tidak hanya lewat buku teks, tapi juga melalui pengalaman visual dan interaktif. Para siswa diajak menyusuri lorong-lorong sejarah yang dibingkai dalam pameran foto, mulai dari era Kesultanan Aceh Darussalam hingga momen penting penandatanganan MoU Helsinki.
Dalam sambutannya, Kepala Museum Aceh, Muda Farsyah, menegaskan bahwa museum bukan sekadar gudang barang kuno, melainkan ruang edukasi yang hidup dan menjadi tempat belajar lintas generasi.
“Museum Aceh adalah jendela untuk melihat masa lalu kita. Belajar sejarah dari foto-foto koleksi museum dapat membuka wawasan kalian tentang siapa kita dan dari mana kita berasal,” ujarnya penuh semangat, disambut antusias para siswa.
Usai pembukaan, para peserta langsung diajak berkeliling melihat pameran. Setiap sudut museum seolah menjadi panggung waktu, memvisualisasikan kejayaan Aceh dan dinamika sosial politiknya dari masa ke masa. Wajah-wajah penasaran tampak menghiasi rombongan pelajar saat mereka menyimak penjelasan pemandu, mengamati tiap potret penuh cerita.
Salah satu siswa, Maura Annisa, kelas XII, mengungkapkan kekagumannya.
“Kegiatan ini sangat seru! Saya baru benar-benar sadar betapa Aceh itu tidak hanya kaya alam, tapi juga kaya sejarah. Banyak hal yang tidak saya ketahui sebelumnya,” tuturnya dengan mata berbinar.
Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan sesi diskusi interaktif bersama Kepala SMAN 7 Banda Aceh, Erlawana, yang menekankan pentingnya museum sebagai media pembelajaran kontekstual.
“Belajar tak harus selalu di ruang kelas. Museum menawarkan pengalaman nyata dan langsung yang tak tergantikan oleh teori semata,” jelasnya.
Erlawana pun berharap, inisiatif ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Aceh untuk memanfaatkan museum sebagai sumber belajar yang menarik dan bermakna.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak pelajar Aceh ke depannya.”
Lebih dari sekadar kunjungan, acara ini menjadi langkah nyata untuk membangun kedekatan generasi muda dengan sejarah daerahnya, sekaligus menjadikan Museum Aceh sebagai destinasi edukasi yang relevan dan inspiratif di masa kini.
Sub. news.indozone.id















