Bidik24.com – Bireun. Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, bekerja sama dengan UNICEF Perwakilan Aceh, menyelenggarakan pelatihan untuk penguatan kapasitas penyuluh agama dalam isu kesehatan ibu dan anak. Pelatihan ini dilaksanakan di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Bireuen pada Jumat, 13 Desember 2024, dan diikuti oleh 30 peserta.
Dalam sambutannya, Kepala UNICEF Perwakilan Aceh, Andi Yoga Tama, mengapresiasi komitmen Kemenag Bireuen dan para penyuluh agama yang mendukung edukasi kesehatan keluarga. “Penyuluh agama memiliki peran strategis di masyarakat. Dengan keterampilan komunikasi yang baik, mereka dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan ibu dan anak, terutama di daerah-daerah yang memerlukan perhatian lebih,” ujarnya. Andi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Bireuen, Iskandar, SHI, yang membuka pelatihan, menegaskan peran penting penyuluh agama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Penyuluh agama tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga berperan besar dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan keluarga, terutama kesehatan ibu dan anak,” katanya.
Pelatihan ini menghadirkan berbagai narasumber ahli, di antaranya Dr. Syari Afrianingsih, Sp.A, dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kabupaten Bireuen, yang menyampaikan materi tentang nutrisi ibu hamil, bayi, balita, dan imunisasi. Dr. Syari menekankan pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil dan anak-anak serta manfaat imunisasi untuk mencegah penyakit berbahaya.
Narasumber lainnya, Fitri dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, membahas Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pentingnya peran ayah dalam meningkatkan kesehatan keluarga. “Perilaku hidup bersih dan sehat adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya ibu, tetapi juga ayah,” jelasnya.
Direktur Yayasan Darah untuk Aceh, Nurjannah Husen, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membekali penyuluh agama dengan keterampilan komunikasi yang efektif, empatik, dan berbasis budaya. “Pendekatan ini bertujuan agar pesan kesehatan dapat disampaikan dengan cara yang optimal, terutama kepada calon pengantin, untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang kesehatan ibu, anak, dan keluarga,” ungkapnya.
Nurjannah menambahkan bahwa kegiatan ini juga memberikan panduan tentang teknik fasilitasi yang dapat membantu penyuluh membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, serta menyampaikan pesan secara kreatif dan menarik. Pelatihan ini didanai oleh UNICEF melalui Yayasan Darah untuk Aceh, yang memungkinkan penguatan kapasitas dan keterampilan komunikasi para penyuluh agama. Dengan pelatihan ini, diharapkan para penyuluh agama dapat menjalankan perannya sebagai agen perubahan yang lebih efektif dalam menyampaikan pesan kesehatan dengan empati dan keterampilan komunikasi yang baik.
sub lamurionline















