Bidik24.com – Pidie Jaya, Aceh —16 Agustus 2026. Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga memastikan anak-anak tetap memiliki ruang yang aman untuk belajar, bertumbuh, dan menata masa depan.
Hal inilah yang mendorong tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan edukasi dan pendampingan bagi anak dan remaja di Yayasan Darul Aitam, Pidie Jaya, yang terdampak banjir Aceh pada 2025.
Kegiatan ini didanai melalui Hibah Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Program hibah yang bersifat kompetitif ini bertujuan memperkuat kerja sama dan kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Ketua tim pengabdi, Dr. Elizar, S.Pd., M.Ed(MT), mengatakan program yang berlangsung pada Agustus–September 2026 tersebut diarahkan untuk mendukung pemulihan psikososial, memperkuat ketahanan diri, meningkatkan literasi, serta membangun kesadaran anak dan remaja dalam menggunakan teknologi secara sehat.
Tim pengabdi juga melibatkan dr. Ika Arfita, Sp.OG, Cut Khairunnisak, S.Pd., M.Sc., Dara Rosita, S.T., S.Pd., M.Ed., serta mahasiswa USK.
Pada 8 Agustus 2026, dr. Ika Arfita memberikan edukasi bertema “Aku Kuat, Aku Bisa Bangkit”. Kegiatan ini membahas kesehatan mental pascabencana, pengelolaan emosi, ketahanan diri, kesehatan reproduksi sesuai usia, perlindungan diri, serta penguatan spiritual.
Materi dikemas secara edukatif agar anak dan remaja dapat memahami bahwa pengalaman bencana tidak harus menjadi hambatan untuk kembali beraktivitas, belajar, dan merencanakan masa depan.
Selanjutnya, pada 16 Agustus 2026, Dara Rosita, S.T., S.Pd., M.Ed. mengajak peserta memperkuat kesehatan mental, iman, serta kemampuan menggunakan gawai secara bijak melalui kegiatan bertema “Naik Rank dalam Kehidupan”.
Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdi juga menyerahkan sejumlah buku bacaan untuk memperkuat pojok baca Darul Aitam sebagai bagian dari upaya membangun budaya literasi di kalangan anak dan remaja.
Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan pada September 2026 melalui program reading challenge untuk mengevaluasi pemanfaatan pojok baca dan mendorong kebiasaan membaca secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut akan dikemas dalam bentuk bimbingan membaca, permainan edukatif, serta perlombaan yang diharapkan dapat membuat aktivitas literasi menjadi lebih menyenangkan bagi anak-anak.
Kegiatan mendapat sambutan hangat dari Tgk. H. Azhari, Lc., MUS. dan diikuti oleh anak serta remaja dari Darul Aitam dan sejumlah panti asuhan lainnya di Pidie Jaya.
Melalui program ini, tim pengabdi berharap anak-anak tidak sekadar pulih dari pengalaman bencana, tetapi juga kembali membangun rasa percaya diri, semangat belajar, keberanian untuk bermimpi, serta kesiapan menghadapi masa depan. (Red.)














