Bidik24.com – Jakarta. Puluhan siswi di SMA Sulthan Baruna, Desa Padaluyu, Kecamatan Cikadu, Cianjur, Jawa Barat, mengikuti tes kehamilan yang menjadi sorotan setelah videonya tersebar luas di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat para siswi mengantre untuk menjalani tes urine dengan didampingi oleh guru perempuan. Setiap siswi masuk ke toilet secara bergiliran untuk menjalani tes, dan hasilnya langsung dikumpulkan oleh pihak sekolah tanpa diumumkan secara terbuka.
Kepala SMA Sulthan Baruna, Sarman, menyatakan bahwa program tes kehamilan ini sudah berlangsung selama dua tahun. Program tersebut dilaksanakan rutin dua kali setahun, yakni setelah libur semester atau di awal tahun ajaran baru, sebagai langkah pencegahan terhadap kenakalan remaja.
“Program ini bertujuan memastikan apakah ada siswi yang hamil atau tidak,” ujar Sarman, seperti dilaporkan detikcom pada Rabu (22/1).
Sarman menjelaskan, kebijakan ini berawal dari kejadian tiga tahun lalu, ketika seorang siswi hamil setelah libur semester dan akhirnya berhenti sekolah. Pengalaman tersebut menjadi dasar bagi sekolah untuk mengambil langkah preventif dengan menjalankan tes kehamilan.
Ia menegaskan bahwa tes dilakukan secara tertutup, dan hasilnya hanya digunakan untuk keperluan evaluasi internal sekolah tanpa diumumkan kepada pihak lain.
Sub. cnnindonesia















