Home / Pendidikan

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:29 WIB

Pernyataan ‘Cukup Saya WNI’ Picu Badai, Mendikti Tegaskan Integritas Harga Mati

Bidik24.com – Jakarta. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto angkat bicara terkait polemik yang melibatkan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berinisial DS, menyusul pernyataannya, “cukup saya WNI, anak jangan.”

Brian menegaskan bahwa LPDP merupakan investasi jangka panjang negara untuk mencetak sumber daya manusia unggul. Karena itu, yang dinilai bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga integritas, komitmen, serta kepatuhan terhadap aturan. Menurutnya, kualitas moral dan profesionalisme penerima beasiswa menjadi syarat utama selain kapasitas keilmuan.

Ia juga menekankan bahwa setiap dugaan pelanggaran yang melibatkan alumni LPDP harus diproses secara transparan dan akuntabel. Brian menyampaikan bahwa Direktur LPDP telah berkomunikasi dengan pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku. Ia mengajak masyarakat untuk menghormati proses yang sedang berjalan agar penanganannya tetap objektif dan profesional.

Baca Juga  Pertemuan Igornas Aceh dengan Ketua Komisi VI DPRA: Dukungan untuk Guru Olahraga

Polemik ini mencuat setelah DS mengunggah video di akun Instagram pribadinya yang menampilkan kebahagiaannya karena sang anak resmi menjadi warga negara Inggris. Dalam video tersebut, DS menyatakan bahwa cukup dirinya yang menjadi warga negara Indonesia, sementara anaknya tidak. Ia juga menyebut paspor Inggris sebagai pilihan yang lebih kuat untuk masa depan anaknya dibandingkan paspor Indonesia.

Baca Juga  Mahasiswa Harus Jadi Penggerak Perubahan: Kuasai Literasi Digital atau Tertinggal!

Pernyataan tersebut memicu perdebatan di kalangan warganet, terlebih karena DS dan suaminya, AP, diketahui menempuh studi S2 dan S3 dengan pendanaan LPDP. Belakangan, LPDP mengungkapkan bahwa AP belum menuntaskan kewajiban masa pengabdian di Indonesia selama dua kali masa studi ditambah satu tahun. Sementara itu, meski DS telah menyelesaikan kewajibannya, tindakannya dinilai tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang selama ini ditekankan dalam program beasiswa LPDP.

Sub. kompas.com

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Pengurus OSIM MIN 20 Aceh Besar Periode 2026–2027 Resmi Dikukuhkan

Pendidikan

Satu Suara untuk Masa Depan, Sejarah Baru Demokrasi MIN 20 Aceh Besar

Pendidikan

TIM Pengabdian USK Perkuat Mental, Literasi, dan Ketahanan Anak Pascabencana

Pendidikan

MIN 20 Aceh Besar Kembali Ukir Prestasi di Bidang Akademik dan Literasi

Berita

MIN 20 Aceh Besar Terima Bantuan Galon Air Isi Ulang dari DLH Aceh Besar sebagai Sekolah Adiwiyata Terpilih Tahun 2026

Pendidikan

Peran Media dan Tata Kelola Olahraga Dibedah di USK

Pendidikan

Gerindra Kawal Revitalisasi 71.744 Sekolah untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Pendidikan

698 Lulusan UBBG Siap Hadapi Dunia Kerja