Home / Pendidikan

Rabu, 4 Desember 2024 - 10:43 WIB

Penyuluh Agama di Bireuen Bergerak! Misi Besar Hentikan Bullying di Sekolah

"Para penyuluh agama Islam di Bireuen antusias mengikuti sesi simulasi anti-bullying yang dipandu oleh Syahrati, M.Si., sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas bullying."

Bidik24.com – Bireuen – Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, melalui Ikatan Penyuluh Agama Islam (IPARI), menggelar pelatihan peningkatan kapasitas Penyuluh Agama Islam dengan tema “Mencegah Bullying di Sekolah.” Kegiatan yang berlangsung di Balai KUA Kota Juang pada Selasa, 3 Desember 2024, ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bireuen. Acara dibuka oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Iskandar, S.HI.

Dalam sambutannya, Iskandar menyatakan bahwa bullying bukan hanya persoalan sosial, tetapi juga tantangan moral yang memerlukan perhatian serius. “Sebagai penyuluh agama, kita tidak hanya bertugas menyampaikan ajaran agama, tetapi juga membantu membangun karakter generasi muda yang tangguh dan penuh empati. Bersama, kita dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi bullying di sekolah,” ujarnya. Iskandar juga berharap para penyuluh agama dapat menjadi agen perubahan yang inspiratif di lingkungan pendidikan.

Baca Juga  MIN 1 Banda Aceh Gelar Pekan Ekstrakurikuler: Siap Ciptakan Generasi Muda Berprestasi dan Kreatif!

Sesi pertama menghadirkan Munizar M. Arby, M.Psi., Psikolog, yang membawakan materi bertajuk “Bersama Mencegah Bullying.” Munizar menyoroti pentingnya kerja sama antara guru, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan bebas bullying. Ia memberikan pemahaman terkait dampak psikologis pada korban maupun pelaku bullying, serta mendorong budaya sekolah yang inklusif dan suportif.

Sesi kedua diisi oleh Ulya Bilmuna dari Forum Anak Bireuen dengan materi “Teman Baik Bukan Pembully.” Ulya menyampaikan pandangan generasi muda tentang pentingnya persahabatan yang sehat dan positif. Ia mengajak peserta untuk menjadi panutan bagi generasi muda dalam menciptakan lingkungan pertemanan yang harmonis dan menjauhi bullying.

Acara ditutup dengan sesi Simulasi Peran Anti-Bullying yang dipandu oleh Syahrati, M.Si. Peserta diajak memainkan peran dalam berbagai skenario terkait bullying, sehingga mereka dapat memahami langkah intervensi yang efektif dan mampu mengimplementasikannya di lapangan.

Baca Juga  33 Desa di Aceh Masih Ber-Status Sangat Tertinggal

Ketua IPARI Bireuen, Drs. Muzakir, mengapresiasi antusiasme peserta. “Kami bangga melihat semangat para penyuluh agama dalam berkontribusi menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas bullying. Kegiatan ini adalah langkah awal penting untuk menjadikan penyuluh agama sebagai pilar utama dalam membangun generasi yang bermoral dan berempati,” katanya. Ia juga menekankan perlunya keberlanjutan program serupa untuk mencapai dampak yang lebih luas.

Kegiatan ini diakhiri dengan deklarasi komitmen bersama untuk terus mengampanyekan gerakan anti-bullying di sekolah-sekolah. Para penyuluh agama menyatakan kesiapan mereka menjadi garda terdepan dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan penuh kasih sayang.

Sum : Lamurionline.com

Share :

Baca Juga

Pendidikan

IGORNAS Aceh Bagikan Informasi Beasiswa Negara Islam 2026 untuk Mahasiswa

Pendidikan

warek III Lantik Sejumlah UKM Baru di Universitas Syiah Kuala

Pendidikan

Pernyataan ‘Cukup Saya WNI’ Picu Badai, Mendikti Tegaskan Integritas Harga Mati

Pendidikan

Beasiswa S1 ke Eropa, Impian Mahasiswa Indonesia Semakin Terjangkau

Pendidikan

Rakor MIN 20 Aceh Besar Susun Proker 2026 dan Evaluasi Kinerja 2025

Pendidikan

Perkuat Pembelajaran Mendalam, Madrasah Gelar Wisata Edukasi Kokurikuler

Pendidikan

Aliran Dana Chromebook Diduga Masuk Kantong Pejabat, Nadiem Mengaku Terkejut

Pendidikan

Tgk Agam Apresiasi Pembayaran Insentif Guru, Sebut Bukti Kepedulian Pemerintah