Bidik24.com, SERAMBINEWS.COM, JANTHO -Kelompok Usaha Peternakan Puyuh Andalas (Pulas) yang berlokasi di Desa Lampoh Kutam, Kecamatan Lhoknga, telah berjalan selama empat tahun dan rutin menyuplai telur puyuh ke berbagai kedai tradisional serta pasar modern di Banda Aceh dan Aceh Besar. Hingga saat ini, kelompok tersebut mampu memproduksi sekitar 4.000 butir telur puyuh per hari, dengan omset harian mencapai Rp 1,3 juta.
Menurut Ikhsan, salah satu anggota kelompok, telur-telur puyuh ini dipasarkan ke sejumlah tempat seperti Kecamatan Lhoknga, Peukan Bada, Suzuya Mall, dan pasar tradisional di Banda Aceh. Namun, meski produksinya terbilang besar, mereka masih belum mampu memenuhi permintaan pasar yang mencapai 10.000 butir per hari.
Saat ini, kelompok Pulas mengelola sekitar 6.000 ekor burung puyuh. Burung-burung tersebut memiliki masa produksi telur sekitar satu setengah tahun, setelah itu dijual sebagai daging dengan harga Rp 8.000 per ekor. Selama menjalankan usaha, mereka tidak menghadapi kendala serius, seperti serangan virus, sehingga bisnis berjalan stabil. Setiap anggota kelompok juga mendapatkan gaji bulanan sebesar Rp 3 juta.
Ikhsan mengungkapkan, ide membuka usaha ini muncul setelah mereka mengunjungi peternakan milik rekan mereka dan melakukan riset pasar. Saat itu, sebagian besar telur puyuh yang dijual di Banda Aceh berasal dari Medan. Melihat potensi tersebut, mereka memulai usaha peternakan ini dengan tujuan membuka lapangan kerja lokal.
Kini, telur puyuh yang mereka produksi dijual dalam kemasan dengan harga Rp 10.000 untuk pasar tradisional dan Rp 12.000 untuk pasar modern. Satu kemasan berisi 20 hingga 25 butir telur. “Alhamdulillah, masyarakat memberikan respons positif, dan usaha ini terus berkembang,” tutup Ikhsan.
Sum : SERAMBINEWS.COM















