Home / Bisnis / Ekonomi / Kuliner / Lokal / Opini

Selasa, 17 Desember 2024 - 12:41 WIB

Harga Kelapa Melonjak 100% di Aceh Singkil, Gulai Ikan Terancam Mahal!

"Pedagang eceran di Aceh Singkil menampilkan kelapa yang harganya melonjak dua kali lipat, menjadi Rp 10 ribu per butir, menyebabkan kekhawatiran di kalangan ibu rumah tangga."

Bidik24.com, SINGKIL – Harga kelapa di Kabupaten Aceh Singkil mengalami lonjakan signifikan di tingkat pedagang eceran. Harga per butir naik 100 persen, dari sebelumnya Rp 5 ribu menjadi Rp 10 ribu, belum termasuk biaya untuk mengukur atau memarut kelapa. Kenaikan ini terjadi secara bertahap sejak sebulan terakhir.

Wati, seorang ibu rumah tangga di Singkil, mengeluhkan kenaikan harga tersebut. “Sekarang kelapa sudah sepuluh ribu, padahal sebelumnya cuma lima ribu. Bahkan yang kecil dulu bisa tiga ribu,” ujarnya, Selasa (17/12/2024). Kondisi ini cukup memberatkan, terutama karena kelapa merupakan bahan utama untuk santan, yang digunakan dalam masakan sehari-hari seperti gulai ikan, menu favorit warga Aceh Singkil.

Baca Juga  Patrick Kluivert Hadir di Timnas Indonesia: Misi Ambisius Bawa Garuda ke Piala Dunia 2026

Menurut pedagang, kenaikan harga kelapa dipicu oleh berkurangnya pasokan. Sebelumnya, kebutuhan kelapa lokal dipenuhi dari Kepulauan Banyak. Namun, kini pasokan kelapa dari wilayah tersebut lebih banyak dikirim ke Medan, Sumatera Utara, karena harganya lebih menguntungkan dan dapat dijual dalam jumlah besar. Akibatnya, kebutuhan kelapa di Aceh Singkil hanya mengandalkan pohon kelapa di daratan, yang jumlahnya semakin berkurang.

Penurunan jumlah pohon kelapa di daratan Aceh Singkil terjadi akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit yang menggantikan lahan kelapa. Selain itu, pemilik pohon kelapa lebih sering menjual kelapa muda, karena permintaannya tinggi dan harganya lebih mahal. Harga kelapa muda berkisar antara Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per butir, jauh lebih menguntungkan dibandingkan kelapa tua yang hanya Rp 10 ribu.

Baca Juga  Heboh Video TikTok Soal Rekening Jokowi, Kemenkeu Pastikan Itu Berita Bohong

Situasi ini menyebabkan persediaan kelapa tua sebagai bahan baku santan semakin berkurang, sehingga harga kelapa melonjak dan membebani konsumen lokal, terutama ibu rumah tangga.

Sum : Serambinews.com

Share :

Baca Juga

Ekonomi

USK Perkuat Hilirisasi MaKaFeed melalui Pelatihan Usaha Maggot di Kuta Ateuh

Ekonomi

USK Kembangkan Ekonomi Sirkular melalui Maggot dan MaKaFeed di Sabang

Ekonomi

14 Bank Tutup Sepanjang 2026, Terbaru BPR Pasarraya Kuta di Bali Dicabut Izinnya

Ekonomi

Usai Dicopot Jadi Menkeu, Putra Purbaya: Bapak Bisa Tidur Nyenyak Lagi dan Balik Jadi Trader

Ekonomi

Konflik Timur Tengah Memanas, Pertamina Sebut Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu per Liter

Ekonomi

Bill Gates Peringatkan Jutaan Pekerjaan Terancam AI: Dunia Belum Siap Hadapi Disrupsi

Berita

MIN 20 Aceh Besar Terima Bantuan Galon Air Isi Ulang dari DLH Aceh Besar sebagai Sekolah Adiwiyata Terpilih Tahun 2026

Opini

Kepercayaan Adalah Prestasi Terbesar Sebuah Sekolah