Bidik24.com – Banda Aceh. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi masyarakat Aceh adalah mewujudkan kesejahteraan keluarga. Beban hidup yang semakin berat serta munculnya berbagai permasalahan sosial menjadi perhatian serius.
Penasihat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, Ustaz Prof Dr H Alyasa’ Abubakar MA, mengungkapkan hal tersebut dalam Pengajian Rutin Ahad Subuh di Masjid Taqwa Muhammadiyah, Banda Aceh, pada Minggu (5/1/2025).
Menurut Prof Al Yasa’, salah satu fenomena yang memprihatinkan adalah semakin banyaknya kasus hubungan seksual di luar norma yang ditetapkan syariat, bahkan di antara sesama muhrim. Dulu, kasus seperti ini sulit dibayangkan, namun kini mulai terjadi di Aceh.
“Fenomena ini menunjukkan bahwa penting bagi kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama dan moral di masyarakat. Hanya dengan memperkuat fondasi keimanan dan ketakwaan, kita dapat menghadapi berbagai tantangan dan membangun masyarakat yang lebih baik, baik di dunia maupun akhirat,” ujar Guru Besar UIN Ar-Raniry tersebut.
Dalam bagian lain ceramahnya, Prof Al Yasa menekankan bahwa kehidupan di dunia adalah kenyataan yang harus dihadapi dengan kesadaran penuh. Islam tidak mengajarkan untuk mengabaikan kehidupan dunia, tetapi mendorong keseimbangan antara dunia dan akhirat.
“Kita diajarkan untuk mengejar kebahagiaan duniawi sekaligus mempersiapkan kebahagiaan di akhirat. Al-Qur’an dan hadis dengan jelas mendorong umat Islam untuk meraih kebaikan di kedua alam tersebut,” paparnya.
Islam juga mengajarkan pentingnya kualitas dalam kehidupan, seperti yang termaktub dalam firman Allah dalam Al-Qur’an, “Kuntum khaira ummah” (Kalian adalah umat terbaik). Manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi, dengan tugas untuk memakmurkan dan menjaga keseimbangan alam. Ini merupakan petunjuk untuk terus meningkatkan kualitas hidup dalam segala aspek.
Prof Al Yasa juga menyampaikan, pertambahan usia seharusnya diiringi dengan peningkatan kualitas diri, baik dalam pengetahuan, ibadah, amal, maupun ukhuwah. Setiap individu diharapkan berkembang menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu. “Kualitas hidup meliputi banyak hal, seperti kesehatan, pendidikan, hubungan sosial, dan harapan hidup,” tambahnya.
Prof Al Yasa juga mengingatkan bahwa kualitas hidup tidak akan meningkat tanpa usaha yang maksimal. Misalnya, seseorang yang menginginkan rezeki yang melimpah tidak akan mencapainya tanpa usaha yang sungguh-sungguh. Allah memberikan rahmat-Nya (Rahman) kepada seluruh umat manusia, baik muslim maupun nonmuslim, sesuai dengan ikhtiar mereka. Sementara rahmat khusus (Rahim) hanya diberikan kepada umat Islam di akhirat kelak.
“Aceh sebagai daerah dengan mayoritas penduduk muslim, meskipun kehidupan masyarakat, budaya, dan kebiasaan sudah berlandaskan nilai-nilai Islam, namun kita masih jauh dari kondisi yang ideal dan sempurna. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup di berbagai aspek yang masih memerlukan perhatian,” ungkapnya.
Prof Al Yasa juga menginformasikan bahwa pemerintah telah memberikan peluang dan fasilitas untuk membantu masyarakat dalam memperbaiki kekurangan yang ada. Tantangannya kini adalah bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk lebih mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Sub. Lamurionline















