Bidik24.com, BANDA ACEH – Libur panjang yang bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj dan Imlek pada akhir pekan ini membawa dampak positif terhadap sektor pariwisata di Aceh. Arus wisatawan, baik domestik maupun dari luar daerah, yang berkunjung ke Pulau Sabang melalui Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheu, Banda Aceh mengalami lonjakan signifikan. Peningkatan ini terlihat jelas pada Senin (27/1/2025) dan sudah terjadi sejak Jumat (24/1/2025).
Koordinator Pelabuhan Ulee Lheu, Muhammad Ridwan, menjelaskan bahwa jumlah penumpang yang datang dan berangkat ke Sabang mencapai lebih dari 3.000 orang per hari. Total keseluruhan penumpang yang berangkat dan datang ke Pelabuhan Ulee Lheu sejak 24 hingga 26 Januari 2025 tercatat mencapai 10.745 orang.
Peningkatan jumlah wisatawan yang berangkat ke Sabang ini juga berdampak pada jumlah kendaraan yang diparkir di pelabuhan. Jumlah kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, yang diparkir di Pelabuhan Ulee Lheu mengalami lonjakan luar biasa. Ridwan mengungkapkan bahwa hingga kemarin, jumlah kendaraan roda dua yang terparkir mencapai 1.005 unit, sedangkan kendaraan roda empat tercatat sebanyak 269 unit.
Namun, keterbatasan armada kapal juga turut mempengaruhi situasi di pelabuhan. Saat ini, hanya dua kapal yang melayani penyeberangan, yakni KMP Papuyu dan KMP Roro, sedangkan KMP Aceh Hebat 2 tidak beroperasi karena sedang menjalani docking tahunan. Kondisi ini menyebabkan peningkatan jumlah kendaraan yang dititipkan di pelabuhan, dengan banyak kendaraan berasal dari luar daerah.
Untuk mengatasi kepadatan penumpang dan kendaraan, pihak pelabuhan telah menambah rute kapal cepat. Sebelumnya, kapal cepat hanya melayani tiga kali perjalanan dalam sehari, namun sejak Sabtu (25/1), jadwalnya diperpanjang menjadi lima hingga tujuh trip per hari. Penambahan trip kapal ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan penumpang, meskipun sayangnya, hal ini justru menyebabkan parkir kendaraan semakin penuh.
Untuk mengatasi kepadatan parkir, pihak pelabuhan bekerja sama dengan pemilik lahan sekitar untuk membuka area parkir tambahan. Upaya ini terbukti membantu mengurangi penumpukan kendaraan di area pelabuhan. Meskipun begitu, Ridwan mencatat bahwa sebagian besar wisatawan memilih berangkat pagi hari karena mereka berencana tidak menginap di Sabang. Banyak juga wisatawan yang memilih menyewa sepeda motor di Sabang, sehingga jumlah kendaraan roda dua yang parkir sedikit berkurang.
“Penting bagi calon penumpang untuk merencanakan perjalanan mereka jauh-jauh hari agar bisa mendapatkan tiket, karena permintaan sangat tinggi pada libur panjang seperti ini,” kata Ridwan.
Secara keseluruhan, meskipun ada penumpukan di pelabuhan, upaya pelabuhan untuk menambah rute dan memperluas area parkir terbukti membantu mengatasi lonjakan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Sabang selama liburan ini.
Sub Serambinews.com















