Bidik24.com – Jakarta 25 April 2026. Siapa sangka, bukan emas yang kini jadi “raja” logam paling mahal di dunia. Gelar tersebut justru dipegang oleh rhodium—logam langka yang harganya kini tembus lebih dari US$10 ribu atau sekitar Rp172 jutaan per troy ounce.
Harga ini jelas bikin emas terlihat “biasa saja”. Bahkan, rhodium saat ini disebut sebagai komoditas paling mahal di pasar global.
Ekonom Rusia, Mikhail Gordienko, menyebut harga rhodium berada di kisaran US$10.100 per troy ounce. Angka fantastis ini bukan tanpa alasan—kelangkaan jadi faktor utama yang mendorong lonjakan harga.
Berbeda dengan emas yang bisa ditambang langsung, rhodium justru “ikut muncul” sebagai hasil sampingan dari penambangan platinum dan palladium. Artinya, produksinya sangat terbatas dan tidak bisa ditingkatkan secara cepat.
Kondisi ini membuat pasokan rhodium di dunia sangat bergantung pada industri logam kelompok platinum. Tanpa peningkatan produksi di sektor tersebut, suplai rhodium akan tetap ketat.
Dalam waktu dekat, produsen diperkirakan hanya mengandalkan tambang yang sudah ada, ekspansi terbatas, serta daur ulang logam bekas. Apalagi, para pelaku industri juga cenderung berhati-hati membuka proyek baru jika harga belum stabil dalam jangka panjang.
Di sisi lain, permintaan rhodium justru terus tinggi. Sekitar 80 persen penggunaannya berasal dari industri otomotif, khususnya untuk catalytic converter—alat penting yang membantu mengurangi emisi gas buang kendaraan.
Tak hanya itu, rhodium juga banyak digunakan sebagai pelapis perhiasan agar tampil lebih mengilap dan tahan karat.
Untuk urusan pasokan, Afrika Selatan masih jadi pemain utama dengan menguasai sekitar 72 persen cadangan dunia. Disusul Rusia 10 persen dan Zimbabwe sekitar 8 persen.
Dengan kombinasi langka, sulit diproduksi, dan permintaan tinggi, tak heran jika rhodium kini jadi “logam sultan” yang nilainya melampaui emas.
Sub. cnnindonesia.com














