Home / Pendidikan

Kamis, 5 Desember 2024 - 20:20 WIB

Survei Mengejutkan: Lebih dari 70% Umat Islam Indonesia Tak Bisa Membaca Alquran!

Menteri Agama Nasaruddin Umar sedang berpidato di atas podium pada acara peresmian Gedung Pusat Literasi Keagamaan Islam di Ciawi, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 4 Desember 2024. Dalam pidatonya, beliau mengungkapkan temuan mengejutkan tentang tingginya angka umat Islam di Indonesia yang belum bisa membaca Alquran.

Menteri Agama Nasaruddin Umar sedang berpidato di atas podium pada acara peresmian Gedung Pusat Literasi Keagamaan Islam di Ciawi, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 4 Desember 2024. Dalam pidatonya, beliau mengungkapkan temuan mengejutkan tentang tingginya angka umat Islam di Indonesia yang belum bisa membaca Alquran.

Bidik24.com – JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan bahwa masih banyak umat Islam di Indonesia yang belum dapat membaca Alquran. Hal ini merujuk pada sebuah studi dari Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta yang melibatkan 3.111 responden di 25 provinsi.

“Penelitian menunjukkan bahwa 72,25 persen umat Islam Indonesia masih buta aksara Alquran. Ini angka yang sangat tinggi, berarti hanya sedikit yang bisa membaca Alquran,” kata Nasaruddin dalam sambutannya saat meresmikan Gedung Pusat Literasi Keagamaan Islam di Ciawi, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (4/12/2024).

Nasaruddin menjelaskan bahwa salah satu alasan banyak orang tidak dapat membaca Alquran adalah karena mereka tidak memiliki kitab suci tersebut. Dia juga mengingatkan agar Unit Percetakan Alquran (UPQ) lebih memaksimalkan upaya pencetakan Alquran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama di kalangan yang kurang mampu.

Baca Juga  Mualem dan Rektor USK: Apa yang Tersembunyi di Balik Diskusi Pendidikan Aceh?

Nasaruddin juga menekankan pentingnya distribusi Alquran kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di daerah-daerah yang minim akses terhadap kitab suci tersebut. Ia mengingatkan bahwa literasi agama yang baik sangat penting untuk meningkatkan pemahaman umat Islam terhadap ajaran Alquran, yang pada gilirannya dapat memperkuat kehidupan beragama di Indonesia.

Selain itu, Nasaruddin mengajak para pihak terkait untuk bekerja sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama, khususnya dalam hal pengajaran membaca Alquran. Ia berharap dengan adanya upaya yang lebih masif dalam mendistribusikan Alquran dan memperbaiki akses pendidikan agama, angka buta aksara Alquran di Indonesia dapat menurun secara signifikan.

Baca Juga  IAIN Takengon Tawarkan Beasiswa Eksklusif untuk Hafiz 30 Juz, Tinggal Gratis di Pesantren Kampus!

Nasaruddin juga mengungkapkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Agama akan terus berupaya untuk mengoptimalkan penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan Alquran di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah dengan memperkuat keberadaan lembaga pendidikan agama, seperti Taman Pendidikan Alquran (TPQ) dan lembaga lainnya yang dapat menjadi tempat bagi umat Islam untuk belajar membaca Alquran.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin berharap para ulama, tokoh agama, dan masyarakat luas untuk turut serta dalam menggerakkan program literasi Alquran. Ia menegaskan bahwa ini adalah bagian dari upaya bersama untuk menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan berpengetahuan agama, serta mendekatkan umat Islam kepada nilai-nilai Alquran yang dapat membimbing kehidupan mereka.

Sum. acehstroy

Share :

Baca Juga

Pendidikan

IGORNAS Aceh Bagikan Informasi Beasiswa Negara Islam 2026 untuk Mahasiswa

Pendidikan

warek III Lantik Sejumlah UKM Baru di Universitas Syiah Kuala

Pendidikan

Pernyataan ‘Cukup Saya WNI’ Picu Badai, Mendikti Tegaskan Integritas Harga Mati

Pendidikan

Beasiswa S1 ke Eropa, Impian Mahasiswa Indonesia Semakin Terjangkau

Pendidikan

Rakor MIN 20 Aceh Besar Susun Proker 2026 dan Evaluasi Kinerja 2025

Pendidikan

Perkuat Pembelajaran Mendalam, Madrasah Gelar Wisata Edukasi Kokurikuler

Pendidikan

Aliran Dana Chromebook Diduga Masuk Kantong Pejabat, Nadiem Mengaku Terkejut

Pendidikan

Tgk Agam Apresiasi Pembayaran Insentif Guru, Sebut Bukti Kepedulian Pemerintah