Bidik24.com – Jakarta. Menteri Keuangan Sri Mulyani menanggapi kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp100 triliun untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG). Saat ini, program tersebut telah dianggarkan Rp71 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, tetapi Badan Gizi Nasional mengusulkan penambahan dana agar program ini dapat menjangkau seluruh target penerima.
Sri Mulyani menjelaskan bahwa pihaknya sedang mengidentifikasi keseluruhan postur APBN untuk menentukan pos anggaran prioritas dan mencari peluang penghematan.
“Yang menjadi prioritas sesuai arahan Presiden Prabowo akan diakomodasi. Kami juga mengupayakan pengurangan inefisiensi,” ujar Sri Mulyani di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (22/1).
Namun, ia belum menjelaskan secara detail sumber dana tambahan tersebut atau apakah akan ada pengurangan pada pos anggaran tertentu. Kementerian Keuangan saat ini masih dalam tahap meninjau kembali keseluruhan APBN 2025.
Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa alokasi anggaran Rp71 triliun hanya mampu melayani sekitar 15 juta hingga 17,5 juta penerima manfaat. Sementara itu, target pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto adalah menjangkau 82,9 juta penerima manfaat pada akhir 2025.
Dadan menyebutkan bahwa sejak program ini dimulai pada 6 Januari 2025, makan bergizi gratis telah disalurkan kepada lebih dari 650 ribu penerima manfaat di 31 provinsi melalui 234 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemerintah menargetkan jumlah penerima manfaat meningkat menjadi 3 juta orang pada April 2025 dan mencapai 6 juta orang pada Agustus 2025.
Sub. cnnindonesia















