Home / Ekonomi / Lokal

Sabtu, 25 Januari 2025 - 21:43 WIB

Ubah Sampah Jadi Uang! Sayuti Abu Bakar Siap Jadikan Lhokseumawe Kota Bersih dan Kaya di Pilkada Selanjutnya

Tim Sayuti Center saat survei pengelolaan sampah di Banyumas, belajar inovasi daur ulang untuk wujudkan Lhokseumawe yang bersih dan hijau

Tim Sayuti Center saat survei pengelolaan sampah di Banyumas, belajar inovasi daur ulang untuk wujudkan Lhokseumawe yang bersih dan hijau

Bidik24.com, LHOKSEUMAWE – Dr. Sayuti Abu Bakar, SH, MH, bersama Husaini POM berhasil meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 sebagai pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lhokseumawe. Keberhasilan ini telah dikukuhkan dalam hasil pleno Rekapitulasi Suara yang dilakukan oleh KIP Lhokseumawe beberapa waktu lalu.

Salah satu visi utama pasangan ini adalah menciptakan Lhokseumawe sebagai kota yang bersih, hijau, sejuk, dan nyaman untuk seluruh warganya. Dalam mewujudkan visi tersebut, Sayuti dan Husaini telah merancang sejumlah program strategis. Salah satunya adalah program unggulan bertajuk “Broh Jeut Keu Peng” yang dalam Bahasa Indonesia berarti “Sampah Bisa Menjadi Uang.”

Program ini bertujuan untuk mengelola sampah secara maksimal sehingga tidak hanya menciptakan kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memberikan keuntungan bagi masyarakat serta pemerintah.

Meskipun pelantikan resmi sebagai Wali Kota belum dilakukan, Sayuti telah menunjukkan keseriusannya dalam merealisasikan program ini. Sebagai langkah awal, ia mengirimkan tim khusus ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, untuk mempelajari praktik pengelolaan sampah yang telah sukses diterapkan di wilayah tersebut.

Belajar dari Banyumas, Daerah Percontohan Pengelolaan Sampah

Baca Juga  Dua Hari, Dua Dunia: Mengapa May Day Begitu Riuh dan Hardiknas Begitu Sunyi?

Kabupaten Banyumas dikenal sebagai salah satu daerah di Indonesia yang berhasil mengelola sampah secara inovatif. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Banyumas telah mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, di antaranya melalui aplikasi Sampah Online Banyumas (Salinmas) dan Ojeke Inyong (Jeknyong).

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat didorong untuk memilah dan menjual sampah kepada pemerintah setempat. Sampah yang terkumpul kemudian diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomis seperti paving block, atap rumah, batu bata, pupuk kompos, biji plastik, hingga bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Tim survei yang dikirim oleh Sayuti dipimpin oleh Khaidir Abubakar, Ketua Relawan Sayuti Center, bersama beberapa anggota lainnya, termasuk Habibi, Zainal, Fauzi, dan Titik Nuraini yang juga menjabat sebagai Sekjen Sekolah Sampah Nusantara. Tim tersebut tiba di Banyumas pada Jumat (24/1/2025) dan disambut langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyumas, Widodo Sugiri, ST.

Survei Lapangan dan Diskusi Teknis

Habibi, salah satu anggota tim survei, menjelaskan kepada Serambinews.com pada Sabtu (25/1/2025) bahwa mereka diutus langsung oleh Sayuti Abu Bakar untuk mendalami sistem pengelolaan sampah di Banyumas.

“Kami mempelajari berbagai inovasi yang diterapkan di sini, mulai dari pengolahan sampah organik menjadi bubur organik dan pakan maggot hingga konversi sampah nilai rendah menjadi RDF (Refuse-Derived Fuel). Bahkan, abu hasil pembakaran sampah dimanfaatkan kembali menjadi paving block dan genteng atap rumah,” ungkapnya.

Baca Juga  Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Musriadi Aswad, Minta Penertiban Penjualan Kondom di Minimarket

Selain mengamati proses pengolahan, tim juga berdiskusi dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyumas mengenai berbagai kebutuhan teknis, seperti lahan, mesin operasional, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam sistem pengelolaan.

Habibi menambahkan, metode yang diterapkan di Banyumas tidak hanya berhasil menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang luas bagi masyarakat, sejalan dengan visi-misi pasangan Sayuti-Husaini.

Langkah Awal Menuju Lhokseumawe yang Bersih dan Nyaman

Hasil dari survei ini akan menjadi laporan awal yang disampaikan kepada Sayuti Abu Bakar untuk dijadikan pondasi dalam implementasi program “Broh Jeut Keu Peng” di Lhokseumawe. Dengan pendekatan ini, diharapkan kota Lhokseumawe dapat segera bertransformasi menjadi kota yang bersih, hijau, dan nyaman, sekaligus memberdayakan masyarakat secara ekonomi.

Langkah nyata yang dilakukan Sayuti ini menjadi sinyal kuat komitmennya terhadap perubahan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Lhokseumawe. Masyarakat pun menantikan realisasi program-program inovatif yang dijanjikan oleh pemimpin baru mereka. (*)

Sub Serambinews.com

Share :

Baca Juga

Berita

Dua Hari, Dua Dunia: Mengapa May Day Begitu Riuh dan Hardiknas Begitu Sunyi?

Ekonomi

Lolos Uji Kelayakan DPR, Friderica Widyasari Dewi Pimpin OJK

Ekonomi

AS Kembali Gunakan Kayu Bakar Setelah Penutupan Selat Hormuz

Ekonomi

Ditegur Mahkamah Agung, Trump Pilih Gaspol Perang Tarif

Ekonomi

Antara Tradisi dan Janji, Kisah Uang Meugang di Pendopo

Ekonomi

Kabur ke Luar Negeri, Riza Chalid Resmi Berstatus Buronan Internasional

Ekonomi

Ketua KPK Tanggapi Klaim Noel soal Menkeu Purbaya: Kami Hanya Berpegang pada Fakta Persidangan

Ekonomi

Emas Menggila! Antam Cetak Rekor, Semua Merek Kompak Naik