Home / Cuaca / Ekonomi / Kesehatan / Opini / Peristiwa

Rabu, 25 Desember 2024 - 16:43 WIB

Cianjur Akhiri Status Darurat Bencana: Ribuan Warga Masih Mengungsi, Pemulihan Dimulai!

 Suasana pengungsian di Kabupaten Cianjur setelah bencana hidrometeorologi melanda. Ribuan warga yang rumahnya rusak parah masih bertahan di tempat pengungsian seperti rumah kerabat, gedung pemerintahan, dan balai desa, meskipun status darurat bencana resmi dihentikan pada 25 Desember 2024

Suasana pengungsian di Kabupaten Cianjur setelah bencana hidrometeorologi melanda. Ribuan warga yang rumahnya rusak parah masih bertahan di tempat pengungsian seperti rumah kerabat, gedung pemerintahan, dan balai desa, meskipun status darurat bencana resmi dihentikan pada 25 Desember 2024

Bidik24.com, Cianjur – Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, secara resmi menghentikan status darurat bencana pada 25 Desember 2024, setelah tiga pekan diterpa bencana hidrometeorologi yang melanda 18 kecamatan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Asep Kusmana Wiaya, menyatakan bahwa penanganan bencana seperti banjir, longsor, dan pergeseran tanah akan berlanjut dengan status masa transisi darurat pemulihan.

“Selama masa darurat bencana, anggaran yang disalurkan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) dari keuangan daerah telah mencapai lebih dari Rp 1 miliar,” ujar Asep di kantor BPBD Cianjur, pada Selasa (24/12/2024) sore.

Asep menjelaskan bahwa dana BTT ini digunakan oleh berbagai instansi, termasuk Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Sosial, serta BPBD untuk menangani dampak bencana. “Dengan berakhirnya status darurat, alokasi BTT dihentikan, namun distribusi bantuan logistik masih terus berlangsung,” tambahnya.

Baca Juga  Rupiah Anjlok ke Rp16 Ribu: Peluang Ekspor atau Ancaman Inflasi?

Saat ini, ribuan warga masih tinggal di pengungsian, yang tersebar di rumah keluarga, gedung pemerintahan, madrasah, dan balai desa. Warga yang rumahnya rusak parah dan tidak dapat dihuni terpaksa tinggal di tempat-tempat pengungsian tersebut.

Meskipun begitu, sebagian besar penyintas mulai kembali melanjutkan aktivitas mereka sehari-hari, seperti bertani, berkebun, dan berdagang. Selama masa transisi, pemerintah berencana untuk memperbaiki rumah-rumah yang terdampak bencana, dengan anggaran yang dialokasikan dari pemerintah pusat.

Baca Juga  Lhokseumawe Raih Penghargaan APBD Awards 2024: Kota Ini Buktikan Kehebatan Pengelolaan Keuangan Daerah!

Asep menyampaikan bahwa jumlah rumah yang rusak berat tercatat sebanyak 776 unit, rusak sedang 861 unit, dan rusak ringan sebanyak 2.029 unit. Sebelumnya, pada Rabu (4/12/2024), bencana banjir, longsor, pergeseran tanah, serta jalan ambles melanda wilayah selatan Kabupaten Cianjur. Ratusan rumah rusak dan terendam banjir, sementara beberapa jalan utama terputus total akibat longsor dan amblas.

Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Cianjur, bencana ini terjadi di 27 titik yang tersebar di 17 kecamatan, termasuk Kadupandak, Cijati, Tanggeung, Agrabinta, Sindangbarang, dan Leles.

Sub Kompas.com

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Usai Dicopot Jadi Menkeu, Putra Purbaya: Bapak Bisa Tidur Nyenyak Lagi dan Balik Jadi Trader

Ekonomi

Konflik Timur Tengah Memanas, Pertamina Sebut Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu per Liter

Peristiwa

36 Ribu Kades Minta Masa Jabatan Dilanjutkan Tanpa Pilkades, DPR Janji Tindak Lanjuti Aspirasi

Peristiwa

Iran Serang Pangkalan AS di Yordania Setelah 5 Kapal Tankernya Dihantam

Kesehatan

Kini Cek Desil dan Status Bansos Bisa Lewat HP, Begini Caranya

Peristiwa

8 WNI Disebut Direkrut Jadi Tentara Rusia, Ini Daftar Nama dan Fakta Terbarunya

Peristiwa

Nepal Dilanda Banjir Dahsyat, PM Balen Shah Tolak Tim SAR Asing. Ada Apa di Balik Keputusan Ini?

Ekonomi

Bill Gates Peringatkan Jutaan Pekerjaan Terancam AI: Dunia Belum Siap Hadapi Disrupsi