Bidik24.com, Jakarta – Zhang Zin adalah contoh nyata bahwa kesuksesan bisa diraih dari nol. Kini menjadi salah satu pengusaha properti terkemuka di China, ia tidak lahir dari keluarga konglomerat. Zhang memulai kariernya sebagai pekerja pabrik sebelum akhirnya menjadi CEO SOHO China, perusahaan pengembang real estat komersial terbesar di Beijing.
Perjalanan hidup Zhang Zin menjadi salah satu cerita inspiratif “dari miskin jadi kaya”. Pada usia 59 tahun, ia pernah merasakan kerasnya hidup di era komunis pada 1960-an di bawah kepemimpinan Mao Zedong, saat di mana tidak ada toko atau restoran dan semua orang menerima bayaran yang sama. Keluarganya pun harus berjuang keras untuk bertahan hidup.
Dilansir dari CNBC, kehidupan Zhang Zin semakin sulit ketika ia dikirim ke pedesaan bersama ibunya untuk bekerja, sementara ayah dan saudaranya tetap tinggal di Beijing. Perubahan besar datang ketika ia pindah ke Hong Kong di usia 15 tahun. Meskipun harus bekerja keras, Zhang mulai mendapatkan upah yang lebih layak.
Di Hong Kong, Zhang sempat bekerja di beberapa pabrik selama lima tahun untuk mendapatkan penghasilan tambahan. “Kami hanya tahu bekerja keras untuk bertahan hidup,” ujar Zhang. Meskipun pekerjaan itu monoton, ia merasa mendapatkan kebebasan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. “Di Hong Kong, saya merasa bebas. Saya bisa membeli apa saja, makan apa saja, dan mengenakan apa saja,” tambahnya.
Pindah ke Hong Kong juga memberikan kesempatan bagi Zhang untuk melanjutkan studi di Universitas Sussex, Inggris. Meskipun merasa takut karena harus tinggal sendirian di negara asing, ia tekad untuk meraih kesuksesan. Sambil kuliah, ia juga bekerja di sebuah restoran meskipun kemampuan bahasa Inggrisnya terbatas.
Di masa ini, Zhang menemukan panutannya, yaitu mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher. Zhang terinspirasi oleh keberanian dan kemampuan Thatcher dalam berdebat dengan banyak pria. “Saya sangat kagum dengan cara dia berbicara dan berdebat, dan saya menjadikannya panutan,” kata Zhang.
Pada tahun 1995, Zhang Zin memulai karier di dunia real estat dengan mendirikan perusahaan Hongshi bersama suaminya, Pan Shiyi. Perusahaan ini kemudian dikenal sebagai SOHO China pada tahun 2002. Saat ini, mereka memiliki kekayaan bersih mencapai $3,3 miliar (sekitar Rp 53 triliun).
Meskipun banyak yang bertanya bagaimana seorang wanita dapat sukses di dunia konstruksi yang didominasi pria, Zhang mengaku tidak pernah merasa asing. Pengalaman hidup di bawah rezim Mao Zedong, yang mengajarkan bahwa “wanita menopang separuh langit,” membuatnya tidak merasa ada pembatasan gender. “Pria dan wanita semuanya bekerja. Tidak ada pembagian kerja seperti itu di China pada masa pertumbuhan saya,” pungkas Zhang.
Sub detik.com















