Home / Budaya / Lokal / Opini / Pendidikan

Rabu, 25 Desember 2024 - 17:47 WIB

13 Guru Aceh Raih Penghargaan Pantun ASEAN, Sabariah Sabet Dua Anugerah!

para penerima Anugerah Penggerak Pantun ASEAN, termasuk 13 guru berprestasi dari Aceh yang dianugerahi penghargaan pada Festival Pantun Nusantara di Jakarta. Sabariah MPd, Koordinator Perruas Aceh, juga terlihat menerima dua penghargaan sekaligus, termasuk sebagai Penggerak Utama Pantun ASEAN

para penerima Anugerah Penggerak Pantun ASEAN, termasuk 13 guru berprestasi dari Aceh yang dianugerahi penghargaan pada Festival Pantun Nusantara di Jakarta. Sabariah MPd, Koordinator Perruas Aceh, juga terlihat menerima dua penghargaan sekaligus, termasuk sebagai Penggerak Utama Pantun ASEAN

Bidik24.com – Sebanyak 13 guru asal Aceh menerima Anugerah Penggerak Pantun ASEAN dalam ajang Festival Pantun Nusantara yang digelar pada Minggu (22/12/2024) malam di Sasana Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Acara ini diselenggarakan oleh sastrawan dan tokoh puisi multimedia, Asrizal Nur, melalui organisasi Perkumpulan Rumah Seni Asnur (Perruas).

Dari 13 guru berprestasi tersebut, tujuh orang mendapat penghargaan untuk kategori Penggerak Pantun Budaya, sementara lima lainnya menerima anugerah dalam kategori Pantun Karmina (Pantun Kilat). Beberapa nama yang mendapat penghargaan ini antara lain

  1. Naswati SAg dari MIN 27 Aceh Besar,
  2. Laila Fajri SPd, MM dari SDN 14 Bandar Baru, Pidie Jaya, serta
  3. Mursyidah SPd, MPd dari SMPN 14 Bandar Baru, Pidie Jaya. Selain itu,
  4. Sabariah MPd, Plt Kepala SMAN 1 Leupung, Aceh Besar, menerima Anugerah Penggerak Utama Pantun ASEAN.
Baca Juga  Setelah Godaan Prabowo, Budi Arie Tinggalkan Bayang-Bayang Jokowi?

Sabariah juga berhasil meraih Anugerah Provinsi Terbanyak Peserta Se-ASEAN setelah berhasil menggerakkan 298 guru dari Aceh untuk menulis dalam antologi Pantun Mutiara Budaya Indonesia dan Pantun Karmina ASEAN. Prestasi ini diberikan langsung oleh Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri.

Gerakan yang dipelopori Sabariah sejak 2021 bertujuan untuk mendorong guru-guru Aceh menulis pantun dan meraih prestasi di tingkat ASEAN. Prestasi menulis ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menggerakkan literasi di kalangan guru dan peserta didik.

Baca Juga  Haji Uma Desak Pemerintah: "Berhenti Permainkan Nasib Honorer, Pemutihan Tanpa Tes Wajib Dilakukan

Selain itu, antologi pantun yang digagas oleh Asrizal Nur berhasil mencetak rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan jumlah peserta pantun terbanyak sedunia, mencapai 1.772 penulis. Sabariah berharap lebih banyak lagi guru yang tertarik menulis untuk menciptakan SDM guru yang literat dan mendukung upaya meningkatkan minat baca dan tulis di Indonesia.

Sub Serambinews.com

Share :

Baca Juga

Pendidikan

698 Lulusan UBBG Siap Hadapi Dunia Kerja

Opini

Technology in Education: Tool or Trap

Pendidikan

Ketua AQCC Angkat Bicara soal Oknum Wartawan Datangi Sekolah di Aceh

Pendidikan

Pembinaan Konsisten, MIN 20 Aceh Besar Bawa Pulang JUARA UMUM III Olimpiade MI 2026

Pendidikan

UBBG Buka Program Magister Pendidikan Jasmani, Dorong Penguatan SDM Olahraga Aceh

Berita

Dua Hari, Dua Dunia: Mengapa May Day Begitu Riuh dan Hardiknas Begitu Sunyi?

Budaya

Viral! Gampong Neuheun Tampilkan Replika Tank Rusia di Pawai Takbiran Idul Fitri 1447 H Banda Aceh

Budaya

1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta Saat Mudik Lebaran 2026