Home / Peristiwa

Senin, 30 Desember 2024 - 10:31 WIB

Jimmy Carter Tutup Usia: Presiden AS Tertua dengan Warisan Kontroversial

Jimmy Carter Jimmy Carter adalah Presiden ke-39 Amerika Serikat yang meninggal di usia 100 tahun

Jimmy Carter Jimmy Carter adalah Presiden ke-39 Amerika Serikat yang meninggal di usia 100 tahun

Bidik24.com – America Serikat. Jimmy Carter, mantan Presiden Amerika Serikat ke-39, meninggal dunia pada usia 100 tahun di kediamannya di Plains, Georgia, Minggu (29/12) sore waktu setempat. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Carter Center dalam pernyataan resminya, Senin (30/12).

Carter, yang menjabat sebagai presiden selama satu periode, menjalani perawatan hospice sejak Februari 2023 setelah beberapa kali dirawat di rumah sakit. Ia baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-100 pada 2 Oktober lalu di kampung halamannya.

Sebagai mantan presiden tertua dalam sejarah AS, Jimmy Carter dikenal dengan masa jabatan dan warisan pasca-kepresidenannya yang kontroversial. Pada 2006, ia mengkritik kebijakan Israel di wilayah Palestina yang diduduki, menyebutnya sebagai bentuk “apartheid.” Pada 2009, ia juga mengecam perlakuan terhadap warga Palestina di Gaza yang dianggap lebih buruk dari perlakuan terhadap binatang.

Baca Juga  Harga Emas Antam Anjlok! Kebijakan Pajak Baru Bikin Investor Galau

Komentar-komentarnya semasa menjabat dinilai memberikan landasan bagi desakan penghentian transfer senjata AS ke Israel di tengah konflik Gaza saat ini.

Lahir pada 1924, Carter dibesarkan dalam keluarga petani kacang tanah. Setelah bertugas di Angkatan Laut AS, ia mengambil alih bisnis keluarga. Masa jabatannya sebagai presiden menghadapi tantangan besar, termasuk inflasi tinggi, pengangguran, dan kegagalan inisiatif energi terbarukan di Kongres.

Baca Juga  Iran Tolak Negosiasi AS, Ajukan 5 Syarat Damai Krusial

Namun, Carter juga dikenang karena terobosan diplomatiknya, seperti membuka hubungan diplomatik dengan China, menengahi perjanjian pembatasan senjata nuklir dengan Soviet, serta merundingkan perjanjian damai antara Mesir dan Israel.

Pada 2015, Carter didiagnosis menderita kanker, tetapi tetap aktif dan berharap dapat menyaksikan pemilu mendatang pada 5 November, dengan mendukung calon Demokrat Kamala Harris. Kepergiannya meninggalkan warisan kepemimpinan yang penuh dinamika dan jejak yang membekas dalam sejarah Amerika Serikat.

sub cnnindonesia

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Gila! Iran Siap Hancurkan Pasukan AS di Darat?

Peristiwa

Iran Tolak Negosiasi AS, Ajukan 5 Syarat Damai Krusial

Peristiwa

AS–Iran Memanas, Trump Tiba-Tiba Tahan Serangan

Peristiwa

Kapal Induk AS USS Gerald R. Ford Terbakar, Ratusan Pelaut Terdampak—Akan Berlabuh di Yunani

Peristiwa

Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD

Peristiwa

Peran Intelijen CIA dalam Pembunuhan Ayatollah Khamenei yang Mengguncang Iran

Peristiwa

Warga Resah Anjing Liar Berkeliaran, DPRK Banda Aceh Dorong Langkah Tegas

Peristiwa

Dedi Mulyadi Instruksikan Relokasi Korban Longsor, Fokus Keselamatan Warga