Home / Opini / Pendidikan

Selasa, 21 Januari 2025 - 20:25 WIB

Menaker Yassierli: Hard Skill Saja Tidak Cukup, Soft Skill Jadi Kunci Utama Tenaga Kerja Masa Depan!

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memberikan kuliah umum di Institut Teknologi Sumatera (Itera), Lampung, tentang pentingnya keseimbangan antara hard skill dan soft skill untuk tenaga kerja masa depan, Selasa (21/1/2025)

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memberikan kuliah umum di Institut Teknologi Sumatera (Itera), Lampung, tentang pentingnya keseimbangan antara hard skill dan soft skill untuk tenaga kerja masa depan, Selasa (21/1/2025)

Bidik24.com, BANDARLAMPUNG  – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan bahwa dunia kerja yang terus berkembang menuntut adanya keseimbangan antara kemampuan teknis atau hard skill dan kemampuan interpersonal atau soft skill. Dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks, kedua jenis keterampilan ini menjadi kunci untuk memastikan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global.

“Dunia kerja yang terus berubah dengan cepat di masa depan akan sangat bergantung pada keseimbangan antara hard skill dan soft skill untuk bisa bersaing dengan tenaga kerja internasional,” ujar Menaker Yassierli dalam kuliah umum yang diselenggarakan di Institut Teknologi Sumatera (Itera), Provinsi Lampung, pada Selasa (21/1/2025).

Menurut Menaker, penguasaan soft skill menjadi semakin penting dalam era digital yang terus berkembang pesat. Oleh karena itu, tenaga kerja Indonesia perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan baru dengan mengasah kemampuan interpersonal, seperti komunikasi, kerjasama tim, serta kepemimpinan, yang tak kalah penting dibandingkan dengan kemampuan teknis.

Baca Juga  Aset Mewah Terpidana Korupsi RS Arun Dilelang! Dari iPhone hingga Properti Miliaran Rupiah

“Bagi tenaga kerja Indonesia, kemampuan untuk menguasai dan mengembangkan soft skill menjadi tantangan besar yang perlu dihadapi. Pelatihan yang saat ini masih banyak berfokus pada penguatan hard skill perlu diperhatikan untuk menciptakan tenaga kerja yang lebih siap dan adaptif terhadap perubahan,” jelas Yassierli.

Menanggapi hal tersebut, Yassierli menjelaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tengah merancang sebuah strategi jangka panjang untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan. Rancangan tersebut akan menjadi dasar penting bagi perguruan tinggi dalam melakukan evaluasi terhadap kurikulum mereka, terutama dalam hal penguatan soft skill di kalangan mahasiswa.

“Untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global, diperlukan sinergi antara berbagai pihak. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki hard skill yang mumpuni, tetapi juga soft skill yang kuat, sementara Kementerian Ketenagakerjaan bertanggung jawab untuk menyediakan pelatihan berbasis hard skill,” paparnya.

Baca Juga  UNG Raih Penghargaan Gold Winner, Bukti Peningkatan Kinerja Kerja Sama Industri yang Mengesankan!

Lebih lanjut, Menaker Yassierli juga mengungkapkan bahwa Kemenaker saat ini sedang mengkaji penyusunan program pelatihan yang tidak hanya berfokus pada hard skill, tetapi juga mencakup penguatan soft skill. Kajian ini bertujuan untuk mempersiapkan tenaga kerja Indonesia yang lebih holistik dan siap menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin dinamis.

“Pembinaan soft skill dalam pelatihan tenaga kerja menjadi hal yang sangat penting. Kami sedang mengkaji berbagai aspek terkait hal ini, sehingga di masa depan, pelatihan yang diberikan tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat karakter, keterampilan interpersonal, dan daya juang generasi muda,” tandasnya.

Dengan adanya perhatian serius terhadap pengembangan kedua jenis keterampilan ini, diharapkan tenaga kerja Indonesia dapat lebih siap menghadapi era digital dan globalisasi, serta meningkatkan daya saing di pasar tenaga kerja internasional.

Sub Antaranews.com

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Pengurus OSIM MIN 20 Aceh Besar Periode 2026–2027 Resmi Dikukuhkan

Pendidikan

Satu Suara untuk Masa Depan, Sejarah Baru Demokrasi MIN 20 Aceh Besar

Pendidikan

TIM Pengabdian USK Perkuat Mental, Literasi, dan Ketahanan Anak Pascabencana

Pendidikan

MIN 20 Aceh Besar Kembali Ukir Prestasi di Bidang Akademik dan Literasi

Berita

MIN 20 Aceh Besar Terima Bantuan Galon Air Isi Ulang dari DLH Aceh Besar sebagai Sekolah Adiwiyata Terpilih Tahun 2026

Opini

Kepercayaan Adalah Prestasi Terbesar Sebuah Sekolah

Pendidikan

Peran Media dan Tata Kelola Olahraga Dibedah di USK

Pendidikan

Gerindra Kawal Revitalisasi 71.744 Sekolah untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan