Bidik24.com, LHOKSUKON – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Search and Rescue Universitas Malikussaleh (SAR Unimal) bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 71 Universitas Malikussaleh mengadakan sosialisasi bertajuk “Desa Tangguh Bencana”. Acara tersebut dilaksanakan pada Minggu (26/1/2025) di Kampung Buket Geulumpang, Kecamatan Blang Mangat, Kabupaten Aceh Utara.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya banjir, yang menjadi salah satu ancaman utama di wilayah Aceh Utara. Marzuki AR, pemateri dari UKM SAR Unimal, dalam keterangan persnya yang diterima Serambinews.com, Senin (17/1/2025), menyampaikan bahwa bencana banjir sering melanda Aceh Utara, terutama saat musim penghujan.
“Banjir yang kerap terjadi setiap tahunnya menyebabkan kerusakan signifikan, mulai dari rumah warga yang terendam hingga lahan pertanian yang rusak,” ujar Marzuki. Ia menambahkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung lama dan memerlukan langkah konkret untuk meminimalkan dampaknya.
Melalui sosialisasi ini, peserta diberikan pengetahuan lebih mendalam mengenai cara mengenali potensi bencana, mempersiapkan diri, dan bertindak secara efektif baik sebelum maupun sesudah bencana terjadi. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan berbagai jenis bencana, langkah-langkah mitigasi, serta pentingnya peran setiap anggota keluarga dalam menghadapi situasi darurat.
Selain itu, warga juga diedukasi mengenai pemetaan potensi bencana di wilayah mereka, termasuk jalur evakuasi, titik-titik aman, hingga prosedur penanggulangan bencana. “Pemahaman ini sangat penting agar masyarakat dapat bertindak cepat dan tepat saat bencana terjadi,” kata Marzuki.
Ketua KKN kelompok 71, Zulfa Riza, dalam sambutannya menekankan pentingnya kesadaran akan bencana. Ia mengingatkan bahwa meskipun bencana tidak bisa diprediksi, kesiapsiagaan adalah pilihan yang harus diambil oleh setiap individu dan komunitas.
“Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap masyarakat dapat memiliki pengetahuan dasar yang cukup untuk mengelola risiko bencana secara mandiri, tanpa sepenuhnya bergantung pada bantuan dari luar setelah bencana terjadi,” jelas Zulfa.
Sementara itu, Kepala Desa Buket Geulumpang, Sardani, mengapresiasi inisiatif mahasiswa Universitas Malikussaleh. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat desa dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapan menghadapi bencana.
“Kami berharap kegiatan serupa dapat dilakukan di desa-desa lain agar masyarakat di berbagai wilayah dapat menjadi lebih tanggap, tidak bingung, dan mampu menerapkan mitigasi yang efektif saat menghadapi bencana,” tutup Sardani.
Melalui program ini, diharapkan masyarakat desa dapat menjadi lebih tangguh dan mandiri dalam menghadapi bencana, menciptakan komunitas yang lebih siap dan terorganisir untuk masa depan. (*).
Sub Serambinews.com















