Bidik24.com – Aceh Besar. Musyawarah Kabupaten (Muskab) cabang olahraga Petanque Aceh Besar resmi digelar pada Rabu, 8 April 2026, di Gedung KONI Aceh Besar, Lambaro. Suasana penuh semangat dan harapan terasa sejak awal kegiatan, yang dihadiri oleh Sekretaris Umum KONI Aceh Besar Ifwandi, S.Pd., M.Pd., perwakilan Pengprov Petanque Aceh Junaidi, S.Pd., Gr, serta para atlet binaan KONI Aceh Besar yang selama ini menjadi tulang punggung perkembangan olahraga tersebut di daerah.
Muskab kali ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan menjadi momentum penting dalam menentukan arah baru kepengurusan Petanque Aceh Besar. Pasalnya, masa bakti pengurus sebelumnya telah berakhir, sehingga diperlukan regenerasi kepemimpinan yang diharapkan mampu membawa olahraga ini naik kelas dan semakin dikenal luas di tengah masyarakat.
Proses menuju Muskab pun tidak berlangsung instan. Jauh hari sebelumnya, telah dibentuk tim penjaringan calon Ketua Umum yang bekerja secara serius dan penuh pertimbangan. Nama Dr. Muhammad Iqbal, M.Pd., AIFO sempat mencuat dan menjadi perhatian utama. Sosok yang dikenal aktif di dunia olahraga dan organisasi ini awalnya tidak langsung memberikan persetujuan. Dibutuhkan waktu berminggu-minggu dengan berbagai diskusi, pertimbangan, hingga dorongan dari berbagai pihak, sebelum akhirnya ia menyatakan kesediaannya untuk maju.
Puncaknya terjadi pada malam Sabtu, saat seluruh peserta Muskab yang hadir secara bulat menyepakati satu keputusan penting: mengaklamasikan Dr. Muhammad Iqbal sebagai calon tunggal Ketua Umum Petanque Aceh Besar. Keputusan ini disambut tepuk tangan meriah, sekaligus menjadi simbol kuatnya kepercayaan terhadap kepemimpinan yang baru.
Dalam sambutannya, Ifwandi menyampaikan optimisme besar terhadap kepengurusan yang akan datang. Ia menegaskan bahwa kehadiran pengurus baru harus menjadi energi segar bagi perkembangan Petanque di Aceh Besar. “Ini adalah semangat baru dan harapan baru. Kita ingin Petanque tidak hanya berkembang, tetapi juga menjelma menjadi olahraga yang digemari masyarakat luas,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Senada dengan itu, Junaidi sebagai perwakilan Pengprov Petanque Aceh turut menekankan pentingnya komitmen bersama. Ia berharap sinergi antara pengurus, atlet, dan seluruh stakeholder dapat diwujudkan secara nyata. “Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Komitmen bersama adalah kunci agar kita benar-benar meraih kesuksesan yang nyata,” tegasnya.
Namun, Muskab kali ini terasa semakin krusial karena di depan mata telah menanti agenda besar: Pekan Olahraga Aceh (PORA) yang akan digelar di Aceh Jaya. Event ini menjadi panggung pembuktian sesungguhnya bagi Petanque Aceh Besar. Waktu yang semakin dekat membuat kepengurusan baru tidak memiliki banyak ruang untuk berlama-lama beradaptasi. Persiapan harus dilakukan secara cepat, matang, dan terukur.
Bayang-bayang PORA Aceh Jaya seolah menjadi alarm keras bagi seluruh elemen yang terlibat. Para atlet dituntut meningkatkan intensitas latihan, pelatih harus merancang strategi terbaik, sementara pengurus baru ditantang untuk mampu menghadirkan sistem pembinaan yang solid dalam waktu singkat. Di sinilah ujian sesungguhnya dimulai.
Sementara itu, dalam sambutan perdananya sebagai Ketua Umum terpilih, Dr. Muhammad Iqbal menyampaikan pesan yang cukup menyentuh sekaligus membakar semangat. Ia menegaskan bahwa amanah ini bukanlah beban pribadi, melainkan tanggung jawab kolektif. “Amanah ini tidak akan berjalan jika saya sendiri. Tapi jika kita bergerak bersama, dengan peran dan fungsi masing-masing, insya Allah Petanque akan berkembang pesat,” ungkapnya.
Iqbal juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas organisasi, termasuk rencana sinergi dengan IGORNAS (Ikatan Guru Olahraga Nasional). Ia yakin, dengan dukungan dari KONI, Pengprov, serta pihak swasta, Petanque Aceh Besar tidak hanya mampu berprestasi, tetapi juga menjadi olahraga yang populer dan membumi di kalangan masyarakat.
Dengan PORA Aceh Jaya yang semakin dekat, publik kini mulai menaruh harapan besar. Apakah kepengurusan baru mampu menjawab tantangan ini? Mampukah Petanque Aceh Besar mencetak prestasi gemilang dan mencuri perhatian?
Satu hal yang pasti, Muskab 2026 telah membuka babak baru—babak yang penuh tekanan, harapan, sekaligus peluang besar. Dan kini, semua mata tertuju pada langkah nyata yang akan segera dibuktikan di arena PORA. (Red)















