Home / Opini

Selasa, 4 November 2025 - 19:26 WIB

Ketika Teknologi Mengubah Pendidikan, Mengapa Peran Guru Tetap Diperlukan

Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi

Bidik24.com – Opini – Di era digital yang semakin maju, teknologi telah mengubah hampir semua aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Sekarang, proses belajar tidak lagi terbatas pada ruang kelas dan papan tulis. Siswa dapat belajar melalui video pembelajaran, aplikasi interaktif, bahkan dengan bantuan kecerdasan buatan (AI). Namun, di tengah derasnya arus kemajuan ini, muncul satu pertanyaan penting: apakah peran guru masih dibutuhkan ketika teknologi sudah mampu mengajarkan banyak hal? Bagi saya sebagai mahasiswa Pendidikan Jasmani, jawaban dari pertanyaan itu sangat jelas—guru tetap memegang peran penting yang tak tergantikan.

Kemajuan teknologi telah menghadirkan banyak kemudahan baru dalam dunia pendidikan. Melalui internet, kita bisa mendapatkan informasi dalam hitungan detik. Ada aplikasi pembelajaran yang membantu memahami konsep sulit, dan video tutorial yang bisa ditonton kapan pun dan dimana pun. Di bidang pendidikan jasmani sekalipun, kini sudah ada alat bantu seperti aplikasi penghitung langkah, video latihan kebugaran, hingga simulasi olahraga virtual. Semua itu membuat pembelajaran lebih menarik dan mudah diakses oleh siapa saja. Namun, teknologi tetap berperan sebagai sarana, bukan pengganti peran seorang guru.

Guru memiliki peran penting sebagai pembimbing, motivator, dan pengarah bagi siswa dalam proses belajar. Mereka bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai karakter, dan disiplin. Guru memahami kondisi emosional dan kemampuan setiap siswanya, sesuatu yang belum tentu bisa dilakukan oleh teknologi. Dalam pendidikan jasmani misalnya, guru tidak hanya mengajarkan teknik olahraga, tetapi juga kerja sama, sportivitas, dan tanggung jawab. Nilai-nilai seperti ini tidak bisa diajarkan oleh teknologi atau aplikasi apapun.

Sebagai mahasiswa Penjas, saya pernah belajar mata kuliah komputer yang memperkenalkan berbagai aplikasi dan teknologi pembelajaran. Dari pengalaman itu, saya menyadari bahwa secanggih apa pun teknologi, saya tetap membutuhkan peran dosen untuk membimbing dan meluruskan pemahaman saya. Ada banyak hal yang tidak bisa saya pahami hanya dari layar komputer, terutama dalam menilai mana informasi yang relevan dan cara menggunakannya dalam konteks pembelajaran jasmani. Peran dosen sangat penting dalam memberi arahan, tujuan, dan etika dalam penggunaan teknologi agar tidak salah dalam penerapannya. Dari situ saya belajar bahwa guru bukan sekadar menyampaikan ilmu, tapi juga penuntun agar teknologi dimanfaatkan dengan benar dan tetap fokus pada tujuan belajar.

Baca Juga  Aceh Timur Perketat Seleksi PPPK: Data Tenaga Non-ASN Wajib Diverifikasi Ketat!

Dengan adanya teknologi, justru peran guru menjadi semakin penting. Guru perlu beradaptasi, belajar, dan memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari strategi pembelajaran modern. Guru yang kreatif dapat menggabungkan media digital untuk menjelaskan materi dengan cara yang lebih menarik. Misalnya, dalam pelajaran Penjas, guru bisa menampilkan video teknik olahraga,atau memberikan tugas reflektif melalui platform pembelajaran online. Dengan cara itu, pembelajaran menjadi lebih hidup dan relevan dengan zaman. Selain itu, guru juga bisa menggunakan media sosial atau platform digital untuk menginspirasi siswa agar tetap aktif berolahraga meskipun belajar dari rumah.

Selain itu, teknologi juga membuka ruang interaksi baru antara guru dan siswa. Melalui platform digital, guru bisa memberikan umpan balik secara cepat, memantau perkembangan siswa, dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih fleksibel. Namun, kehadiran guru secara langsung di lapangan tetap dibutuhkan untuk memastikan pemahaman dan praktik berjalan dengan baik. Di sinilah keseimbangan antara manusia dan teknologi diperlukan—teknologi memperluas peluang belajar, tetapi guru menjaga arah dan maknanya.

Baca Juga  627 Tenaga Kontrak Banda Aceh Daftar PPPK, RSUD Meuraxa Masih Punya Peluang Masuk!

Sebagai calon pendidik, saya percaya bahwa masa depan pendidikan bukan tentang menggantikan guru dengan teknologi, melainkan bagaimana guru bisa bekerja sama denganbaik dalam penggunaan teknologi. Guru yang terbuka terhadap perubahan akan mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkuat perannya. Pendidikan sejatinya bukan hanya tentang mentransfer pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk siswa yang beretika, berpikir kritis, dan peduli terhadap sesama. Hal-hal seperti itu hanya bisa ditanamkan melalui hubungan manusiawi antara guru dan murid.

Teknologi mungkin bisa menjelaskan konsep, tetapi tidak bisa memahami perasaan siswa yang sedang kesulitan. Ia bisa memberikan jawaban, tetapi tidak bisa memberi motivasi. Ia bisa menampilkan data, tetapi tidak bisa menanamkan nilai. Hanya guru yang mampu memadukan antara pengetahuan dan empati dalam proses belajar. Karena itulah, ketika teknologi semakin canggih, justru kita semakin membutuhkan guru yang mampu mengarahkan, membimbing, dan menginspirasi.

Sebagai mahasiswa Penjas, saya melihat masa depan pendidikan sebagai kolaborasi antara guru dan teknologi. Guru tetap menjadi jiwa dari proses pembelajaran, sementara teknologi adalah alat yang memperkuatnya. Tugas kita sebagai calon pendidik adalah terus belajar, menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan. Guru bukan untuk digantikan oleh teknologi, tetapi untuk memimpin dan mengarahkan penggunaannya agar membawa manfaat yang nyata bagi siswa dan masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi kita sebagai generasi muda untuk tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memahami bagaimana menggunakannya secara bijak dan beretika.

Penulis:
Zuhrina,
Mahasiswi PJKR FKIP USK

Share :

Baca Juga

Opini

Kamu Terlalu Sibuk Dengan Doamu 5 Tahun ke Depan, Padahal Saat Ini Adalah Doamu 5 Tahun Lalu yang Kau Langitkan

Opini

Puasa Bukan Alasan Tubuh Lelah Massage Bisa Menjadi Jawabannya

Opini

Mengapa 10 Hari Terakhir Ramadhan Bisa Lebih Sehat dari Program Diet Modern

Opini

Negeriku Dilanda Bencana

Opini

Om Khai Kecam Bupati Aceh Selatan ke Luar Negeri di Masa Bencana

Opini

Teachers Are No Longer the Primary Source of Knowledge: So What Is Their Role in the AI Era?

Opini

Guru dan AI, Guru Bukan Lagi Sumber Utama. Lalu Apa Fungsi Esensial Mereka Sekarang?

Opini

Peran Guru dalam Proses Pembelajaran di Era Digital