Bidik24.com – Banda Aceh, 6 Desember 2025. Sebagai putra daerah Aceh Selatan, saya—Khairuddin, atau Om Khai—menyatakan dengan tegas bahwa tindakan Bupati Aceh Selatan yang bepergian ke luar negeri pada saat rakyat sedang dilanda banjir bandang di Trumon merupakan bentuk kelalaian politik yang sangat serius. Seorang kepala daerah bukan hanya pejabat administratif, tetapi simbol kepemimpinan yang seharusnya hadir di garda terdepan ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.”
“Di tengah kondisi Aceh yang sedang berada dalam status cuaca ekstrem akibat siklon tropis, seorang bupati seharusnya memahami urgensi stabilitas pemerintahan daerah. Pemimpin yang meninggalkan wilayah tanpa mempertimbangkan keselamatan rakyatnya telah gagal memahami esensi jabatan publik yang dipercayakan kepadanya.”
“Pernyataan resmi dari juru bicara Pemerintah Aceh bahwa Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, tidak pernah mengeluarkan izin untuk berpergian ke luar negeri kepada Bupati Aceh Selatan, semakin mempertegas bahwa keputusan tersebut diambil sepihak tanpa koordinasi dengan pemerintah provinsi. Ini bukan hanya persoalan etika kepemimpinan, tetapi juga menyangkut disiplin birokrasi dan kepatuhan terhadap mekanisme pemerintahan.”
“Tindakan semacam ini berpotensi menciptakan preseden buruk dalam tata kelola pemerintahan. Bagaimana mungkin rakyat diminta percaya kepada pemimpin yang memilih meninggalkan tanggung jawab pada saat nyawa dan keselamatan masyarakat sedang terancam? Aceh Selatan membutuhkan pemimpin yang memahami arti loyalitas politik kepada rakyat, bukan yang mengedepankan agenda pribadi di tengah bencana.”
“Saya mendesak Pemerintah Aceh, DPRK Aceh Selatan, dan lembaga pengawasan terkait untuk mengevaluasi secara menyeluruh sikap dan keputusan Bupati. Jangan sampai ketidakhadiran di saat kritis ini menjadi bukti bahwa Aceh Selatan sedang dipimpin oleh figur yang tidak lagi memprioritaskan kepentingan publik.”
“Dalam politik, kepercayaan publik adalah modal utama. Dan ketika modal itu hilang, maka kelayakan untuk memimpin pun patut dipertanyakan.”















