Home / Opini

Selasa, 4 November 2025 - 19:40 WIB

Peran Guru dalam Proses Pembelajaran di Era Digital

Bidik24.com – Opini – Di era digital saat ini, dunia pendidikan mengalami perubahan yang sangat cepat. Teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat dan memberikan dampak besar terhadap cara manusia belajar, bekerja, dan berinteraksi. Proses pembelajaran yang dahulu dilakukan secara konvensional kini banyak bergeser ke arah digital dengan memanfaatkan internet, komputer, dan berbagai aplikasi pembelajaran. Dalam situasi ini, peran guru tetap menjadi kunci utama, meskipun bentuk dan caranya menyesuaikan tuntutan zaman.

Dulu, guru menjadi satu-satunya sumber pengetahuan di kelas. Siswa mendengarkan, mencatat, dan menghafal materi. Namun kini paradigma itu berubah. Informasi dapat diperoleh dengan mudah melalui internet seperti YouTube, Google, e-book, hingga platform pembelajaran daring. Namun kelimpahan informasi tersebut justru menimbulkan tantangan baru: siswa sering bingung memilih informasi yang benar dan relevan. Di sinilah guru hadir sebagai fasilitator dan pembimbing. Guru membantu siswa memahami, menganalisis, dan menafsirkan informasi dengan tepat, sekaligus melatih keterampilan berpikir kritis. Ketika siswa mencari informasi tentang suatu topik, guru berperan memastikan sumber yang dipilih valid dan dapat dipercaya sehingga siswa tidak tersesat di tengah banjir informasi digital.

Sebagai ilustrasi, seorang siswa bernama Rani belajar mengenai tata surya melalui internet. Ia menemukan banyak artikel dan video, namun sebagian berisi teori yang tidak ilmiah. Guru kemudian membantu Rani mengenali sumber tepercaya, seperti situs resmi lembaga penelitian atau jurnal ilmiah. Dari proses itu, Rani tidak hanya belajar tentang tata surya, tetapi juga mengenai literasi digital dan berpikir kritis. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi memberikan akses informasi luas, peran guru tetap vital dalam mengarahkan proses belajar siswa.

Baca Juga  Kenaikan PPN 12% Siap Bikin Masyarakat Hemat, Gaya Hidup dan Pola Konsumsi Berubah Drastis!

Perkembangan teknologi menuntut guru untuk kreatif dan inovatif dalam menyampaikan pembelajaran. Metode ceramah saja tidak lagi cukup. Guru kini memanfaatkan video pembelajaran, kuis interaktif, platform e-learning, dan aplikasi kreatif seperti Canva atau Padlet. Model pembelajaran seperti flipped classroom, di mana siswa mempelajari materi di rumah melalui video lalu berdiskusi di kelas, mulai banyak diterapkan. Bahkan media sosial juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi melalui konten infografik, diskusi, atau tantangan literasi. Semua ini membuat pembelajaran lebih menarik, aktif, dan relevan dengan kehidupan siswa masa kini.

Kemudahan akses digital juga memunculkan berbagai risiko seperti plagiarisme, cyberbullying, hoaks, hingga kecanduan gawai. Karena itu, guru memiliki peran moral penting dalam menanamkan etika digital dan nilai-nilai karakter. Guru mendidik siswa agar menggunakan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan beretika. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan empati tetap menjadi fondasi utama pendidikan meskipun disampaikan melalui media digital.

Baca Juga  Mulai 1 Januari 2025, Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam! Ini Daftar Lengkap Kenaikan Harga Pertamax dan Jenis BBM Lainnya

Meskipun demikian, masih banyak tantangan yang dihadapi guru di era digital. Tidak semua guru memiliki kemampuan literasi digital yang memadai, dan tidak semua daerah memiliki infrastruktur teknologi yang mendukung. Oleh sebab itu, pelatihan kompetensi digital dan pemenuhan fasilitas pembelajaran perlu terus ditingkatkan agar guru dapat lebih siap menghadapi perubahan zaman.

Teknologi tidak akan pernah mampu menggantikan kehangatan dan makna hubungan manusia antara guru dan siswa. Guru adalah teladan dalam sikap, semangat, dan empati. Siswa belajar bukan hanya dari penjelasan guru, tetapi juga dari keteguhan sikap, kesabaran, dan motivasi yang diberikan. Dalam suasana pembelajaran daring sekalipun, perhatian kecil dari guru dapat membuat siswa merasa dihargai dan bersemangat untuk terus belajar.

Dengan demikian, peran guru dalam proses pembelajaran di era digital tidak dapat digantikan oleh teknologi. Teknologi memang mempermudah akses informasi, tetapi guru adalah jiwa pendidikan yang membimbing, mengarahkan, menanamkan nilai, dan menginspirasi. Era digital bukan ancaman bagi guru, melainkan peluang untuk berkembang. Dengan kemampuan beradaptasi dan semangat belajar sepanjang hayat, guru akan terus menjadi pelita yang menerangi jalan generasi muda menuju masa depan yang cerdas, beretika, dan berkarakter.

Penulis:
Putra Azkia,
Mahasiswa PJKR FKIP USK

Share :

Baca Juga

Opini

Kamu Terlalu Sibuk Dengan Doamu 5 Tahun ke Depan, Padahal Saat Ini Adalah Doamu 5 Tahun Lalu yang Kau Langitkan

Opini

Puasa Bukan Alasan Tubuh Lelah Massage Bisa Menjadi Jawabannya

Opini

Mengapa 10 Hari Terakhir Ramadhan Bisa Lebih Sehat dari Program Diet Modern

Opini

Negeriku Dilanda Bencana

Opini

Om Khai Kecam Bupati Aceh Selatan ke Luar Negeri di Masa Bencana

Opini

Teachers Are No Longer the Primary Source of Knowledge: So What Is Their Role in the AI Era?

Opini

Guru dan AI, Guru Bukan Lagi Sumber Utama. Lalu Apa Fungsi Esensial Mereka Sekarang?

Opini

Guru di Era Digital Cahaya di Tengah Layar