Bidik24.com – Opini– Kelas kini tidak lagi selalu berisi papan tulis dan kapur, melainkan layar dan koneksi internet. Namun di balik kemudahan itu, muncul pertanyaan penting: apakah guru masih memiliki peran utama di era digital ini?
Jawabannya jelas: justru peran guru semakin penting.
Di tengah banjir informasi, guru hadir sebagai penuntun arah. Mereka bukan sekadar pengajar materi, tetapi juga pembimbing karakter. Ketika teknologi mampu memberikan data, hanya guru yang mampu menanamkan nilai dan kebijaksanaan dalam menggunakannya.
Saat ini, banyak guru memanfaatkan platform seperti Google Classroom, Quizizz, hingga kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menarik. Namun, di balik semua inovasi itu, sentuhan manusiawi tetap menjadi kunci. Guru bukan hanya penghubung antara siswa dan teknologi, melainkan jembatan antara pengetahuan dan nilai-nilai kemanusiaan.
Guru di era digital dituntut tidak hanya melek teknologi, tetapi juga bijak dalam menuntun generasi muda menggunakannya. Mereka menjadi penjaga literasi digital, memastikan siswa mampu membedakan informasi benar dan palsu, serta tetap beretika di dunia maya. Peran ini sangat vital, karena pendidikan sejati bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga tentang kemanusiaan.
Teknologi memang dapat mempercepat pembelajaran, tetapi tidak bisa menggantikan sentuhan hati seorang guru. Guru yang mampu beradaptasi dengan dunia digital bukan hanya relevan, tetapi juga menjadi cahaya di tengah layar—menerangi jalan generasi masa depan agar tetap cerdas, kritis, dan berkarakter.
Teknologi mungkin menggantikan papan tulis, tetapi tidak akan pernah menggantikan hati seorang guru—karena dari sanalah cahaya masa depan lahir.
Penulis:
Rauda,
Mahasiswi PJKR FKIP USK















