Home / Berita / Pendidikan

Jumat, 6 Desember 2024 - 21:08 WIB

“Ketergantungan pada AI: Ancaman di Balik Kemudahan Generasi Muda”

"Wamen Dikti Saintek, Prof. Stella Christie, mengingatkan bahaya ketergantungan berlebihan pada AI yang dapat mengikis kreativitas dan kemampuan menilai kualitas karya."

Bidik24.com – Generasi muda masa kini tentu tidak asing dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) seperti Chat GPT. Teknologi canggih ini sangat membantu dalam menyelesaikan tugas kuliah maupun pekerjaan lainnya. Tugas-tugas berat terasa lebih ringan dengan menggunakan AI seperti Chat GPT.

Meskipun AI dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat, ketergantungan berlebihan pada teknologi ini juga dapat menimbulkan dampak negatif. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek), Prof. Stella Christie, menjelaskan ada beberapa konsekuensi yang dapat muncul jika seseorang terlalu bergantung pada AI.

Dampak Ketergantungan Berlebih pada AI
Berikut adalah penjelasan Prof. Stella Christie, seperti yang disampaikan melalui akun Instagram resmi Kemendikti Saintek pada Jumat (6/12/2024), mengenai potensi dampak buruk akibat terlalu mengandalkan AI:

Baca Juga  Briptu Iqbal: Pahlawan yang Gugur di Papua, Masih Sempat Telepon Keluarga Sebelum Ditembak KKB

1. Menurunnya Kemampuan Menilai Kualitas
Prof. Stella Christie menegaskan bahwa manusia memiliki nurani dan kepekaan alami yang tidak dapat digantikan oleh AI. Misalnya, Chat GPT hanya mampu memberikan jawaban bersifat umum. Jika seseorang sepenuhnya bergantung pada AI tanpa menggunakan pemikiran baru, lama-kelamaan kemampuan untuk menilai kualitas karya, baik atau buruk, akan berkurang.

2. Kehilangan Kemampuan Menciptakan Karya Orisinal
Penggunaan AI yang terlalu sering dapat menurunkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Akibatnya, tanpa disadari, AI mulai mengambil alih peran manusia. Contohnya, dalam bidang seperti pembuatan kode (coding), penulisan naskah, atau pekerjaan lainnya. Alih-alih membantu, AI justru dapat mengurangi produktivitas manusia dan kemampuan menghasilkan karya orisinal.

Baca Juga  Bersiaplah! Kenaikan Pertamax dan Daftar Harga BBM Pertamina di Awal Tahun!

3. Tidak Memahami Batasan Penggunaan AI
Kemudahan akses dan kecepatan AI dalam menyelesaikan tugas sering kali menjadikannya pilihan utama untuk menyederhanakan pekerjaan. Namun, kenyamanan ini bisa menjadi pedang bermata dua. Jika tidak berhati-hati, pengguna dapat kehilangan perspektif yang jelas dan strategis tentang batasan AI di era digital.

Itulah beberapa dampak negatif dari ketergantungan berlebihan pada AI, seperti yang dijelaskan oleh Prof. Stella Christie.

Sum : Kompas.com

Share :

Baca Juga

Pendidikan

IGORNAS Aceh Bagikan Informasi Beasiswa Negara Islam 2026 untuk Mahasiswa

Pendidikan

warek III Lantik Sejumlah UKM Baru di Universitas Syiah Kuala

Pendidikan

Pernyataan ‘Cukup Saya WNI’ Picu Badai, Mendikti Tegaskan Integritas Harga Mati

Pendidikan

Beasiswa S1 ke Eropa, Impian Mahasiswa Indonesia Semakin Terjangkau

Pendidikan

Rakor MIN 20 Aceh Besar Susun Proker 2026 dan Evaluasi Kinerja 2025

Pendidikan

Perkuat Pembelajaran Mendalam, Madrasah Gelar Wisata Edukasi Kokurikuler

Pendidikan

Aliran Dana Chromebook Diduga Masuk Kantong Pejabat, Nadiem Mengaku Terkejut

Berita

Ketua Komisi VI DPRA Aceh Kecam Pernyataan Menteri ESDM Soal Pemulihan Listrik