Home / Pendidikan

Kamis, 12 Desember 2024 - 11:33 WIB

Saatnya Bertindak! UIN Ar-Raniry Suarakan Perlawanan terhadap Kekerasan Perempuan dan Anak

Para narasumber bersama panitia dan peserta diskusi publik Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan di UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, menunjukkan komitmen bersama untuk melindungi korban dan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan.

Para narasumber bersama panitia dan peserta diskusi publik Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan di UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, menunjukkan komitmen bersama untuk melindungi korban dan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan.

bidik24.com – Banda Aceh (Ar-Raniry) – Dalam rangka memperingati Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP), Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengadakan diskusi publik bertajuk “Lindungi Semua, Penuhi Hak Korban, Akhiri Kekerasan Terhadap Perempuan” pada Senin (9/12/2024) di Ruang Theater UIN Ar-Raniry.

Diskusi ini menghadirkan empat narasumber utama, yakni dr. Dian Safira dari Dinas Kesehatan Banda Aceh, Siti Hajar Sri Hidayati, SPsi, MA (Dosen Psikologi UIN Ar-Raniry), Bayu Satria, SSos (YouthID), serta Rukiyah Hanum dari Balai Syura. Acara dipandu oleh moderator Nanda Herlita.

Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman, yang diwakili oleh Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Amrullah, membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, Amrullah menyoroti tingginya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak sebagai isu serius yang harus menjadi perhatian global.

Baca Juga  Ketika Matematika Bukan di Papan Tulis Lagi, Kini di Panci Asam Kana

“Fakta kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak sangat mengkhawatirkan. Melindungi mereka harus menjadi prioritas semua pihak,” tegasnya. Ia juga mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan, mengampanyekan kesadaran luas, dan tidak bersikap apatis terhadap isu ini.

Desy Setiawaty, staf Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia, menambahkan pentingnya keberlanjutan kampanye ini. Ia berharap generasi muda dapat melanjutkan perjuangan dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga  Perdagangan Organ Harimau! Perangkat Desa di Aceh Terancam Hukuman 15 Tahun

“Kampanye ini harus terus berlanjut untuk melindungi korban dan memenuhi hak mereka. Jangan berhenti menyuarakan isu ini,” ujarnya.

Ketua panitia sekaligus Kepala PSGA UIN Ar-Raniry, Nashriyah, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian tahunan kampanye 16 HAKTP, yang berlangsung dari 25 November hingga 10 Desember. Ia berharap acara ini mampu meningkatkan kesadaran publik serta membangun komitmen bersama untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan.

Diskusi ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, dosen, tokoh lintas agama, dan organisasi penyandang disabilitas. Nashriyah juga mengapresiasi dukungan mitra, panitia, dan peserta yang turut menyukseskan acara tersebut.

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Pengurus OSIM MIN 20 Aceh Besar Periode 2026–2027 Resmi Dikukuhkan

Pendidikan

Satu Suara untuk Masa Depan, Sejarah Baru Demokrasi MIN 20 Aceh Besar

Pendidikan

TIM Pengabdian USK Perkuat Mental, Literasi, dan Ketahanan Anak Pascabencana

Pendidikan

MIN 20 Aceh Besar Kembali Ukir Prestasi di Bidang Akademik dan Literasi

Berita

MIN 20 Aceh Besar Terima Bantuan Galon Air Isi Ulang dari DLH Aceh Besar sebagai Sekolah Adiwiyata Terpilih Tahun 2026

Pendidikan

Peran Media dan Tata Kelola Olahraga Dibedah di USK

Pendidikan

Gerindra Kawal Revitalisasi 71.744 Sekolah untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Pendidikan

698 Lulusan UBBG Siap Hadapi Dunia Kerja