Bidik24.com – Banda Aceh. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mengungkapkan bahwa dua komoditas utama hasil bumi Aceh, yaitu batubara dan kondensat, menjadi andalan ekspor dan menghasilkan total nilai mencapai Rp 828 miliar per bulan. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Aceh, Ahmadriswan Nasution, dalam rilis bulanan yang diselenggarakan pada Kamis (1/8/2024) di Kantor BPS Aceh.
Ahmadriswan menjelaskan bahwa ekspor Aceh pada kuartal pertama 2024 tercatat mencapai 51,7 juta USD, yang setara dengan sekitar Rp 828 miliar. Namun, angka tersebut mengalami penurunan sebesar 10 persen dibandingkan dengan ekspor pada bulan Februari 2024.
Menurutnya, komoditas terbesar yang diekspor pada Maret 2024 adalah bahan bakar mineral, yang meliputi batubara dan kondensat, dengan nilai mencapai 24,6 juta USD. Ia juga menambahkan bahwa ekspor Aceh pada bulan Maret 2024 sebagian besar ditujukan ke India, dengan nilai 25,3 juta USD, yang sebagian besar berasal dari ekspor batubara.
Sebagian besar ekspor Aceh pada Maret 2024 dilakukan melalui pelabuhan yang ada di provinsi Aceh, yakni sebesar 25,8 juta USD. Sisanya, senilai 25,9 juta USD atau sekitar 50 persen, diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain, dengan Sumatera Utara menjadi provinsi dengan nilai ekspor terbesar, mencapai 25,7 juta USD.
Di sisi lain, impor Aceh pada Maret 2024 tercatat sebesar 16,5 juta USD, yang menunjukkan penurunan sebesar 51,64 persen dibandingkan bulan Februari 2024. Komoditas impor terbesar datang dari Amerika Serikat, berupa gas butana dan propana, senilai 8,3 juta USD, diikuti oleh Vietnam dengan komoditas beras senilai 3,96 juta USD.
Dengan nilai ekspor yang lebih tinggi dibandingkan nilai impor, Aceh mengalami surplus neraca perdagangan luar negeri pada Maret 2024, yang mencapai 35,3 juta USD atau sekitar Rp 565 miliar.
BPS Aceh berharap data perdagangan luar negeri ini dapat memberikan wawasan dan sinyal yang berguna bagi pemerintah dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan di Aceh.
sub infoacehtimur















