Home / Ekonomi

Jumat, 20 Desember 2024 - 16:05 WIB

Aceh Raih Surplus Neraca Perdagangan Rp 565 Miliar, Batubara dan Kondensat Jadi Primadona Ekspor!

Kepala BPS Aceh, Ahmadriswan Nasution, menyampaikan rilis bulanan terkait perdagangan luar negeri Aceh yang mencatatkan surplus Rp 565 miliar, dengan batubara dan kondensat sebagai komoditas ekspor utama.

Kepala BPS Aceh, Ahmadriswan Nasution, menyampaikan rilis bulanan terkait perdagangan luar negeri Aceh yang mencatatkan surplus Rp 565 miliar, dengan batubara dan kondensat sebagai komoditas ekspor utama.

Bidik24.com – Banda Aceh. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mengungkapkan bahwa dua komoditas utama hasil bumi Aceh, yaitu batubara dan kondensat, menjadi andalan ekspor dan menghasilkan total nilai mencapai Rp 828 miliar per bulan. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Aceh, Ahmadriswan Nasution, dalam rilis bulanan yang diselenggarakan pada Kamis (1/8/2024) di Kantor BPS Aceh.

Ahmadriswan menjelaskan bahwa ekspor Aceh pada kuartal pertama 2024 tercatat mencapai 51,7 juta USD, yang setara dengan sekitar Rp 828 miliar. Namun, angka tersebut mengalami penurunan sebesar 10 persen dibandingkan dengan ekspor pada bulan Februari 2024.

Menurutnya, komoditas terbesar yang diekspor pada Maret 2024 adalah bahan bakar mineral, yang meliputi batubara dan kondensat, dengan nilai mencapai 24,6 juta USD. Ia juga menambahkan bahwa ekspor Aceh pada bulan Maret 2024 sebagian besar ditujukan ke India, dengan nilai 25,3 juta USD, yang sebagian besar berasal dari ekspor batubara.

Baca Juga  Membangun Aceh Lebih Bugar dan Berprestasi: FGD Kedua Bahas Qanun Keolahragaan yang Menyentuh Semua Lapisan

Sebagian besar ekspor Aceh pada Maret 2024 dilakukan melalui pelabuhan yang ada di provinsi Aceh, yakni sebesar 25,8 juta USD. Sisanya, senilai 25,9 juta USD atau sekitar 50 persen, diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain, dengan Sumatera Utara menjadi provinsi dengan nilai ekspor terbesar, mencapai 25,7 juta USD.

Di sisi lain, impor Aceh pada Maret 2024 tercatat sebesar 16,5 juta USD, yang menunjukkan penurunan sebesar 51,64 persen dibandingkan bulan Februari 2024. Komoditas impor terbesar datang dari Amerika Serikat, berupa gas butana dan propana, senilai 8,3 juta USD, diikuti oleh Vietnam dengan komoditas beras senilai 3,96 juta USD.

Baca Juga  Prabowo Subianto Masuk Daftar Pemimpin Dunia Berpengaruh, Siap Guncang Peta Politik Global 2025!

Dengan nilai ekspor yang lebih tinggi dibandingkan nilai impor, Aceh mengalami surplus neraca perdagangan luar negeri pada Maret 2024, yang mencapai 35,3 juta USD atau sekitar Rp 565 miliar.

BPS Aceh berharap data perdagangan luar negeri ini dapat memberikan wawasan dan sinyal yang berguna bagi pemerintah dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan di Aceh.

sub infoacehtimur

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Lolos Uji Kelayakan DPR, Friderica Widyasari Dewi Pimpin OJK

Ekonomi

AS Kembali Gunakan Kayu Bakar Setelah Penutupan Selat Hormuz

Ekonomi

Ditegur Mahkamah Agung, Trump Pilih Gaspol Perang Tarif

Ekonomi

Antara Tradisi dan Janji, Kisah Uang Meugang di Pendopo

Ekonomi

Kabur ke Luar Negeri, Riza Chalid Resmi Berstatus Buronan Internasional

Ekonomi

Ketua KPK Tanggapi Klaim Noel soal Menkeu Purbaya: Kami Hanya Berpegang pada Fakta Persidangan

Ekonomi

Emas Menggila! Antam Cetak Rekor, Semua Merek Kompak Naik

Ekonomi

Heboh Video TikTok Soal Rekening Jokowi, Kemenkeu Pastikan Itu Berita Bohong