Bidik24.com, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai langkah-langkah yang diambil dalam pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) yang terletak di Tangerang, Banten. Pengembangan tersebut mencakup sejumlah proyek besar, di antaranya revitalisasi dan relokasi seluruh terminal bandara, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi operasional bandara.
Melalui unggahan di akun Instagram resmi miliknya, @erickthohir, Erick memberikan informasi terkait proyek pengembangan ini pada Kamis (2/1/2025). Dalam keterangan foto yang diposting, Erick menekankan pentingnya langkah-langkah revitalisasi tersebut untuk memajukan Bandara Soekarno-Hatta. “Melaporkan kepada Presiden Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto terkait pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta melalui revitalisasi dan relokasi seluruh Terminal,” tulis Erick dalam unggahannya.
Erick menegaskan bahwa arahan Presiden mengenai efisiensi dalam pemerintahan telah diterapkan dengan baik dalam proyek ini. Salah satu pencapaian signifikan yang berhasil diraih adalah penghematan anggaran sebesar Rp13 triliun yang sebelumnya dialokasikan untuk pembangunan Terminal 4. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah dalam memastikan penggunaan anggaran yang lebih bijaksana dan terarah.
“Melalui langkah ini, kami tidak hanya berhasil menghemat anggaran, tetapi juga melakukan rebalancing traffic. Kapasitas penumpang yang semula 56 juta diperkirakan akan meningkat menjadi 94 juta penumpang per tahun secara bertahap,” ungkap Erick Thohir. Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan operasional bandara serta memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang.
Erick juga mengungkapkan bahwa dalam pengembangan ini, pembagian fungsi terminal akan disusun dengan lebih terstruktur. Terminal 1, 2D, dan 2E akan difokuskan untuk penerbangan maskapai Low-Cost Carrier (LCC), sementara Terminal 3 akan didedikasikan untuk penerbangan maskapai Full Service Carrier (FSC). Pembagian ini bertujuan untuk memaksimalkan efisiensi operasional di setiap terminal dan memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing penumpang.
Sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan oleh Presiden, Erick menambahkan bahwa layanan untuk jamaah umrah dan haji akan difokuskan di Terminal 2F. Hal ini didasarkan pada tingginya antusiasme jamaah umrah yang mencapai sekitar 1,3 juta hingga 1,5 juta orang per tahun, serta jumlah jamaah haji yang mencapai 241 ribu orang per tahun. Dengan memusatkan layanan untuk jamaah di satu terminal khusus, diharapkan dapat memperlancar proses keberangkatan dan kedatangan para jamaah.
Revitalisasi Bandara Soekarno-Hatta ini, menurut Erick, diharapkan tidak hanya akan meningkatkan efisiensi operasional dan kenyamanan penumpang, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai hub penerbangan internasional yang strategis. Dengan pengembangan yang terus dilakukan, diharapkan bandara ini dapat memberikan layanan yang lebih baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata dan transportasi udara.
Sub Antaranews.com















