Bidik24.com – Azhari Cage, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Aceh, mengecam keras dugaan perdagangan seorang gadis Aceh ke Malaysia.
Ia mendesak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ini.
“Saya meminta kepada Kepolisian, baik Polda Aceh maupun Polri, untuk menyelidiki kasus ini hingga ke akar-akarnya dan memberikan hukuman berat kepada pelakunya,” ungkap Cage kepada AJNN, Rabu, 25 Desember 2024.
Pernyataan Cage tersebut merespons kasus TPPO yang melibatkan seorang remaja putri berusia 17 tahun dari Pidie yang diduga dibawa ke Malaysia dan mengalami pemerkosaan oleh beberapa warga negara asing di sebuah hotel.
Cage menilai tindakan memperdagangkan anak ke luar negeri adalah tindakan yang sangat tidak bermoral.
Ia menegaskan bahwa perilaku pelaku yang membawa remaja putri tersebut ke Malaysia tidak dapat diterima.
Senator asal Tanah Rencong ini terkejut mengetahui bahwa korban dibawa ke Negeri Jiran oleh orang Aceh sendiri. Seharusnya, menurut Cage, orang Aceh seharusnya saling menjaga dan melindungi satu sama lain.
Selain mendesak penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku, Cage juga meminta perhatian dari Pemerintah Aceh dan Presiden Republik Indonesia, Prabowo, untuk membuka lebih banyak lapangan kerja di Aceh.
“Tujuannya agar masyarakat bisa bekerja dan hasil dari Aceh dapat dinikmati oleh penduduk setempat. Pembukaan lapangan kerja diharapkan dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Cage.
Sumber: ajnn.net















