Bidik24.com – Jakarta, 7 September 2026. Masyarakat kini semakin mudah mengetahui status sosial ekonomi dan bantuan sosial yang diterima. Tak perlu lagi datang ke kantor, cukup menggunakan ponsel dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Kemajuan layanan digital kini memudahkan masyarakat untuk mengecek berbagai informasi penting, mulai dari data sosial ekonomi, posisi desil kesejahteraan, hingga status penerimaan bantuan sosial.
Pengecekan tersebut dapat dilakukan secara online melalui layanan resmi Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Pusat Statistik (BPS) melalui sistem Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN.
Dengan layanan ini, masyarakat dapat mengetahui apakah namanya tercatat dalam basis data pemerintah dan termasuk dalam kelompok desil kesejahteraan tertentu. Semua proses dapat dilakukan langsung melalui ponsel tanpa harus mendatangi kantor pemerintahan.
Masyarakat dapat memanfaatkan dua layanan resmi, yaitu:
1. Cek Bansos Kemensos
Cek Bansos Kemensos
2. Cek DTSEN BPS
Cek DTSEN BPS
Sebelum melakukan pengecekan, masyarakat cukup menyiapkan NIK yang tertera pada KTP.
Untuk mengetahui status bantuan sosial melalui Kemensos, masyarakat dapat mengikuti langkah berikut:
- Buka situs Cek Bansos Kemensos melalui browser di HP.
- Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP.
- Isi kode verifikasi yang tersedia.
- Jika kode tidak terlihat jelas, lakukan pembaruan kode.
- Klik menu Cari Data.
Jika data ditemukan, masyarakat dapat melihat sejumlah informasi, seperti nama, posisi desil, status bantuan Sembako, PKH, PBI-JK, serta informasi bantuan lainnya.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengetahui apakah terdaftar sebagai penerima bantuan, tetapi juga bisa melihat status data sosial ekonominya.
Selain melalui Kemensos, masyarakat juga dapat mengecek data desil melalui layanan DTSEN milik BPS.
Caranya cukup mudah:
- Buka laman DTSEN BPS.
- Pilih menu Lainnya.
- Masukkan NIK.
- Isi kode verifikasi.
- Klik Cek Data.
- Jika data ditemukan, pilih layanan pengecekan atau pembaruan data.
- Pilih menu Cek Desil.
- Masukkan tanggal lahir sesuai data kependudukan.
- Isi kembali kode verifikasi.
- Klik Cek Data.
Setelah proses selesai, informasi mengenai posisi desil masyarakat akan ditampilkan apabila data telah tercatat dalam sistem.
Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat berdasarkan berbagai kondisi sosial dan ekonomi.
Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti pekerjaan, pendidikan, kondisi tempat tinggal, penggunaan listrik, hingga kepemilikan aset.
Dalam sistem DTSEN, masyarakat dibagi ke dalam 10 kelompok desil.
Desil 1 merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan Desil 10 berada pada kelompok tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Setiap kelompok desil mewakili sekitar 10 persen keluarga berdasarkan kondisi kesejahteraan secara nasional.
Posisi desil menjadi salah satu pertimbangan dalam penentuan sasaran program bantuan sosial.
Secara umum, kelompok Desil 1 hingga Desil 4 merupakan kelompok 40 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terbawah yang dapat diusulkan dalam program bantuan seperti PKH dan bantuan Sembako.
Sementara itu, Desil 5 dapat menjadi kelompok yang diusulkan untuk program tertentu seperti PBI-JK sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, penting untuk dipahami bahwa masuk dalam kelompok desil tertentu tidak secara otomatis menjadikan seseorang sebagai penerima bantuan sosial.
Penetapan penerima bantuan tetap mengikuti persyaratan, verifikasi, validasi data, serta mekanisme yang berlaku pada masing-masing program.
Masyarakat juga perlu berhati-hati saat menggunakan layanan pengecekan data secara online. NIK merupakan data pribadi yang penting dan tidak boleh dibagikan sembarangan kepada pihak lain.
Pastikan pengecekan hanya dilakukan melalui situs resmi pemerintah. Hindari memasukkan NIK, tanggal lahir, kode OTP, atau data pribadi lainnya pada tautan yang dikirim melalui pesan mencurigakan, media sosial, atau situs yang tidak jelas.
Jangan pernah memberikan data pribadi kepada orang yang mengaku dapat membantu mengurus atau menjamin penerimaan bantuan sosial dengan meminta sejumlah uang.
Ingat, lindungi NIK Anda seperti melindungi data pribadi lainnya. Gunakan hanya pada layanan resmi dan jangan mudah percaya pada tautan atau pihak yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.
Dengan adanya layanan digital ini, masyarakat kini dapat lebih mudah memantau data mereka sendiri. Cukup menggunakan ponsel dan NIK, informasi mengenai desil kesejahteraan dan status bantuan sosial dapat diakses secara lebih praktis, cepat, dan transparan.














