Home / Pendidikan

Senin, 20 Januari 2025 - 20:57 WIB

Protes Keras ASN Kemdiktisaintek: ‘Menteri Satryo Jangan Jadikan Institusi Negara Perusahaan Pribadi!

Aksi protes ASN Kemdiktisaintek dengan spanduk kritikan terhadap kebijakan Menteri Satryo Soemantri

Aksi protes ASN Kemdiktisaintek dengan spanduk kritikan terhadap kebijakan Menteri Satryo Soemantri

Bidik24.com, Jakarta – Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelar aksi protes di kantor kementerian, Jakarta, sebagai respons terhadap pemecatan salah seorang pegawai bernama Neni Herlina. Aksi ini memicu perhatian publik, dengan sejumlah pegawai membawa spanduk dan karangan bunga yang berisi pesan-pesan yang menantang kebijakan Menteri Kemdiktisaintek, Satryo Soemantri Brodjonegoro. Tuntutan mereka terkait dengan kebijakan rotasi dan pemecatan pegawai yang dinilai tidak transparan dan merugikan.

Terkait aksi ini, Kemdiktisaintek melalui Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Khairul Munadi, menyatakan bahwa kementerian terbuka terhadap masukan dan aspirasi, baik dari internal maupun publik. “Kami sangat terbuka terhadap berbagai masukan, terutama dari pihak internal kementerian dan juga dari masyarakat,” ungkap Khairul dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Senin (20/1/2025). Khairul menjelaskan bahwa proses rotasi, promosi, dan mutasi ASN yang terjadi selama masa transisi ini adalah hal yang wajar dan umum dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi.

Ia menambahkan bahwa pihak kementerian akan berupaya mencari solusi terbaik dalam menyikapi dinamika yang terjadi. “Aspirasi yang disampaikan oleh pegawai Kemdiktisaintek tentunya akan kami tindaklanjuti dengan penuh perhatian. Setiap institusi, termasuk kementerian ini, pasti mengalami dinamika dalam proses transisi,” tegas Khairul. Saat ini, kementerian tengah fokus pada berbagai program yang telah diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto, terutama untuk menyukseskan Astacita.

Baca Juga  Program Makan Bergizi Gratis: Senjata Ampuh Lawan Stunting dan Bangkitkan Ekonomi Lokal

Di tengah aksi protes, para ASN membawa spanduk dengan pesan-pesan tegas yang menyentil kebijakan Menteri Satryo Soemantri. Salah satu spanduk bertuliskan “Institusi negara bukan perusahaan pribadi Satryo dan istri!” dan “Kami ASN, dibayar oleh negara, bekerja untuk negara, bukan babu keluarga.” Selain itu, ada juga spanduk yang bertuliskan “#Lawan #MenteriZalim #PaguyubanPegawaiDikti”, yang semakin menunjukkan ketidakpuasan terhadap kebijakan kementerian.

Selain spanduk, terdapat pula tujuh karangan bunga yang dipajang di lokasi aksi, salah satunya berisi tulisan “Berdiri Bersama Hari Ini Untuk Dikti yang Lebih Baik #LAWAN! #MenteriDzolim #PaguyubanPegawaiDikti”. Salah satu karangan bunga lainnya bertuliskan “Berlaku Baik Pada Karyawan Sebelum Mencitrakan Bijak Di Keramaian”, yang mengkritik cara menteri dan pejabat kementerian dalam memperlakukan pegawai.

Baca Juga  Saatnya Bertindak! UIN Ar-Raniry Suarakan Perlawanan terhadap Kekerasan Perempuan dan Anak

Aksi ini semakin memanas dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan massa aksi berteriak “Turun!” bersama-sama saat mobil berpelat nomor RI 25 melintas. Mobil tersebut diduga ditumpangi oleh Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro, yang membuat suasana semakin tegang.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar M. Simatupang, menanggapi isu pemecatan dengan menegaskan bahwa tidak ada pemecatan ASN yang dilakukan secara mendadak. Togar menjelaskan bahwa dalam penataan organisasi, terdapat tingkatan layanan dan mutu yang harus dijaga oleh setiap bagian atau individu. “Penyelesaian konflik dengan pegawai dapat dilakukan melalui dialog, dan kami akan memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil sesuai dengan prinsip penghargaan dan pembinaan yang semestinya,” ujar Togar.

Meski begitu, ketegangan yang terjadi antara pegawai dan kementerian menunjukkan adanya ketidakpuasan yang mendalam terkait kebijakan internal, terutama dalam hal rotasi dan pemecatan, yang dinilai tidak melibatkan proses transparansi dan komunikasi yang baik. Aksi ini menjadi bagian dari protes terhadap manajemen yang dianggap tidak memberikan ruang bagi dialog yang konstruktif antara pihak kementerian dan pegawainya.

Sub detik.com

Share :

Baca Juga

Pendidikan

IGORNAS Aceh Bagikan Informasi Beasiswa Negara Islam 2026 untuk Mahasiswa

Pendidikan

warek III Lantik Sejumlah UKM Baru di Universitas Syiah Kuala

Pendidikan

Pernyataan ‘Cukup Saya WNI’ Picu Badai, Mendikti Tegaskan Integritas Harga Mati

Pendidikan

Beasiswa S1 ke Eropa, Impian Mahasiswa Indonesia Semakin Terjangkau

Pendidikan

Rakor MIN 20 Aceh Besar Susun Proker 2026 dan Evaluasi Kinerja 2025

Pendidikan

Perkuat Pembelajaran Mendalam, Madrasah Gelar Wisata Edukasi Kokurikuler

Pendidikan

Aliran Dana Chromebook Diduga Masuk Kantong Pejabat, Nadiem Mengaku Terkejut

Pendidikan

Tgk Agam Apresiasi Pembayaran Insentif Guru, Sebut Bukti Kepedulian Pemerintah