Bidik24.com – Singkil. Setiap pagi sebelum memulai ujian, sebanyak 280 peserta didik di MAN Aceh Singkil aktif melaksanakan pembacaan Al-Qur’an selama 15 menit. Program ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi bagian dari upaya madrasah untuk menanamkan nilai-nilai religius dan kebiasaan positif dalam kehidupan siswa sehari-hari.
Kepala MAN Aceh Singkil, Elni Afrida, S.Si., menjelaskan bahwa pembiasaan membaca Al-Qur’an ini bertujuan untuk melatih siswa agar mencintai dan terbiasa membaca Al-Qur’an kapan pun dan di mana pun. “Kami ingin menghidupkan kembali tradisi membaca Al-Qur’an seperti di masa lalu, meskipun waktunya berbeda. Harapannya, siswa dapat terus melanjutkan kebiasaan ini hingga menjadi bagian dari kehidupan mereka,” ujarnya, Selasa (10/12/2024).
Elni juga menyoroti manfaat besar dari membaca Al-Qur’an, terutama bagi para siswa yang tengah mempersiapkan ujian. Menurutnya, membaca Al-Qur’an memiliki efek positif pada kesehatan mental, seperti meredakan stres dan kecemasan, yang sering dialami siswa saat menghadapi ujian. Selain itu, kegiatan ini juga membantu meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan fokus, sehingga siswa dapat lebih tenang dan siap menjawab soal-soal ujian.
Kami percaya, membaca Al-Qur’an tidak hanya memberikan ketenangan jiwa, tetapi juga memperbaiki kualitas belajar siswa. Semoga hal ini menjadi bekal berharga bagi mereka, baik dalam kegiatan akademik maupun kehidupan sehari-hari,” tambah Elni.
Program membaca Al-Qur’an ini telah menjadi rutinitas harian di MAN Aceh Singkil, tidak hanya saat menjelang ujian, tetapi juga setiap pagi sebelum memulai proses belajar-mengajar. Kegiatan ini diikuti dengan penuh antusias oleh para siswa, guru, dan staf madrasah, yang menjadikannya sebagai momen kebersamaan sekaligus pengingat pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Madrasah berharap, dengan pembiasaan ini, siswa MAN Aceh Singkil akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter islami dan memiliki hubungan yang kuat dengan kitab suci Al-Qur’an. “Semoga program ini terus membawa manfaat bagi siswa dan menginspirasi mereka untuk selalu giat membaca Al-Qur’an di setiap kesempatan,” pungkas Elni.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari para guru dan orang tua siswa, yang melihatnya sebagai langkah positif dalam pembentukan karakter dan peningkatan spiritualitas anak-anak mereka. Program ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat diadopsi oleh lembaga pendidikan lainnya untuk mendorong kebiasaan membaca Al-Qur’an di kalangan pelajar.
sub. Lamurionline















