Bidik24.com, Banda Aceh – Peringatan 20 tahun tsunami Aceh kembali menggugah perasaan banyak orang. Hal ini terbukti dengan pembukaan pameran foto bertajuk “2 Dekade Kenangan dan Harapan” di Museum Tsunami, Banda Aceh, yang memunculkan rasa haru serta menunjukkan solidaritas internasional.
Pameran foto tersebut dibuka secara simbolis oleh Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M Syahputra Azwar, bersama Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh, M Anshar. Selain itu, turut hadir perwakilan Kedutaan Besar Turki dalam rangka kunjungannya ke museum. Kehadiran delegasi Turki semakin mengesankan mengingat kontribusi besar negara ini dalam rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pasca-tsunami pada 2004.
Pameran ini tidak hanya menjadi ajang mengenang tragedi tersebut, namun juga sebagai bukti nyata solidaritas internasional. Kehadiran perwakilan Turki semakin mempererat hubungan baik antara kedua negara.
Deputy Chief of Mission Consellor, Embassy of Republic of Turkey, Reset Ugur Karacan, mengaku sangat tersentuh saat melihat foto-foto yang dipamerkan oleh fotografer jurnalis Aceh. “Foto-foto ini membawa kita kembali ke momen kemanusiaan saat itu. Kita semua ingat bagaimana dunia bersatu untuk membantu Aceh,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Goodwill Ambassador of the Turkish Red Crescent, Mr. Ismail Hakki Turung. Ia menyampaikan simpati dan kekagumannya terhadap perkembangan masyarakat Aceh saat ini. Ismail bahkan menemukan foto dirinya yang diambil pada 2005 saat pertama kali datang ke Aceh untuk memberikan bantuan, yang diabadikan oleh fotografer senior Bedu Saini, yang juga terjun langsung saat tsunami melanda.
Ketua PFI Aceh, M Anshar, menyatakan bahwa pameran ini terlaksana berkat kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh melalui UPTD Tsunami Aceh. Tujuan pameran ini adalah untuk menjaga ingatan kolektif tentang bencana tsunami dan menginspirasi generasi muda untuk terus membangun Aceh yang lebih baik. “Foto-foto ini adalah saksi perjalanan panjang Aceh dalam memulihkan diri,” katanya.
Pameran ini menampilkan 93 foto yang menggambarkan momen-momen dramatis saat tsunami melanda, serta 50 foto yang menunjukkan perjuangan masyarakat Aceh untuk bangkit. Setiap foto menyampaikan kisah haru dan semangat juang yang tak kenal menyerah.
“Melalui pameran ini, kita diingatkan akan pentingnya solidaritas dan gotong-royong dalam menghadapi bencana. Meskipun pernah terpuruk, Aceh telah berhasil bangkit dan terus maju,” pungkas M Anshar.
Sub Serambinews.com















