Bidik24.com – Kuala Lumpur. Malaysia Airlines Bhd kembali menghadapi tantangan dalam operasionalnya setelah pesawat barunya, Airbus A330neo, harus dihentikan sementara selama setidaknya 48 jam akibat masalah teknis yang dialami sejak penerbangan perdananya ke Melbourne pada Kamis lalu.
Direktur Utama Malaysia Aviation Group (MAG), Datuk Kapten Izham Ismail, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi tiga masalah teknis yang berasal dari proses produksi dan pengiriman di pabrik.
“Pesawat tersebut saat ini dihentikan operasinya untuk perbaikan. Airbus dan Rolls-Royce harus menyelidiki akar masalah pada pesawat baru ini. Sebagai produsen, mereka harus bertanggung jawab. Masalah ini sangat tidak bisa diterima, terutama pada pesawat baru. Ini adalah hal yang memalukan,” ungkapnya kepada New Straits Times (NST).
Izham juga menegaskan bahwa masalah tersebut mencoreng reputasi Malaysia Airlines. “Keselamatan adalah prioritas utama kami. Saya tidak akan mengambil risiko terhadap keselamatan,” tambahnya.
Pada 19 Desember lalu, MAG meluncurkan A330neo dengan acara meriah di Hangar 6, Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Pesawat yang menggunakan mesin Rolls-Royce Trent 7000 ini adalah unit pertama dari 20 pesanan yang diajukan pada 2022.
Namun, kebanggaan tersebut terganggu setelah A330neo dengan registrasi 9M-MNG mengalami masalah teknis, termasuk pada mesin dan sistem hidroliknya. Masalah tersebut muncul sejak pesawat tiba pada 29 November setelah mengalami keterlambatan pengiriman dua bulan.
Pada 20 Desember, masalah serupa kembali terjadi, menyebabkan pesawat harus diperbaiki segera setelah tiba di Kuala Lumpur. Akibatnya, penerbangan MH149 menuju Melbourne pada 21 Desember harus dibatalkan.
Pihak Airbus dan Rolls-Royce telah memberikan respons terkait masalah ini. Airbus menyatakan komitmennya untuk mendukung Malaysia Airlines dalam menangani masalah teknis, sementara Rolls-Royce mengonfirmasi bahwa penyelidikan awal telah mengidentifikasi komponen yang rusak, dan penggantian sedang dilakukan.
Malaysia Airlines sebelumnya juga menghadapi kritik pada Agustus lalu karena harus menunda sejumlah penerbangan akibat kekurangan suku cadang dan komponen mesin. Selain itu, penundaan pengiriman pesawat Boeing 737 MAX 8 dan Airbus A330neo juga mengganggu rencana modernisasi armada dan perluasan jaringan MAG.
MAG terus bekerja sama dengan produsen untuk menyelesaikan berbagai tantangan teknis ini, meskipun dampaknya sudah dirasakan pada operasional mereka.
sub BH















